Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan betapa pentingnya pemerataan infrastruktur digital agar manfaat dari ekonomi digital dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Penekanan ini disampaikan dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Biru Muda Project.
Forum ini bertujuan untuk mengumpulkan berbagai elemen, termasuk pemerintah, pelaku industri, akademisi, praktisi, dan generasi muda dengan beragam latar belakang, untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi dalam transformasi digital serta dampaknya terhadap masa depan ekonomi Indonesia.
Menko AHY menekankan bahwa kemajuan teknologi seharusnya menjadi medium yang dapat memperluas kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penting untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada satu area, melainkan juga memperkuat ekosistem digital agar masyarakat di seluruh daerah dapat memperoleh manfaat yang sama.
“Kita bukan hanya memotret dan memetakan tantangan serta peluang ekonomi digital hari ini, melainkan juga bagaimana kita bisa mengubah semua tantangan itu menjadi peluang bagi kemajuan dan kemakmuran Indonesia,” ungkap Menko AHY.
Ia juga mengingatkan bahwa tanpa perhatian yang serius, kemajuan teknologi digital dapat memperlebar kesenjangan, terutama jika akses hanya tersedia untuk kelompok masyarakat atau wilayah tertentu. Penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, menawarkan banyak peluang, tetapi masyarakat yang tidak memiliki akses yang cukup berisiko tertinggal lebih jauh.
“Di sinilah negara harus hadir, pemerintah harus hadir,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah dalam memastikan akses yang merata terhadap teknologi digital.
Menko AHY menyoroti bahwa untuk memastikan transformasi digital berlangsung secara inklusif, diperlukan kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, industri, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan infrastruktur digital yang besar dan menjaga keberlanjutan pembangunan ini.
“Kerja sama yang baik antara pemerintah dan badan usaha, misalnya melalui public-private partnership, juga menjadi salah satu platform yang baik untuk menghadirkan pendanaan pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan di masa depan,” tuturnya.
Menko AHY juga memberikan apresiasi terhadap kompetisi gim yang diadakan dalam acara tersebut, karena menyediakan wadah bagi generasi muda untuk berpartisipasi aktif. Menurutnya, industri gim yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif memiliki potensi untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendongkrak perekonomian di berbagai daerah.
Ia berharap bahwa Digital Infrastructure Summit 2026 tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan ide-ide yang bisa ditindaklanjuti dan menjadi rekomendasi bagi pemerintah. “Mudah-mudahan tidak berhenti pada summit atau konferensi, tetapi juga bisa menghadirkan masukan, feedback, dan ide-ide segar, termasuk untuk pemerintah, yang bisa kita jalankan bersama-sama,” pungkas Menko AHY.
Ketua Umum Biru Muda Project, Teuku Agassi Revano Harsya, menjelaskan bahwa tujuan dari penyelenggaraan summit ini adalah untuk mempertemukan berbagai perspektif dari pemerintah, industri, dan generasi muda dalam memahami perkembangan teknologi serta dampaknya terhadap masa depan perekonomian Indonesia. “Perkembangan teknologi membuka banyak peluang, tetapi kita juga perlu memahami bagaimana peluang tersebut bisa dimanfaatkan. Melalui summit ini, kami ingin mempertemukan perspektif pemerintah dan pelaku industri, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memahami tantangan yang ada dan melihat ruang untuk ikut berkontribusi,” ujar Agassi.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron, serta Ketua Gerakan Ayo Muliakan Sungai Irwan Fecho. Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana serta Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan, Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, dan Merry Riana, serta Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Ahmad Khoirul Umam, dan Tenaga Ahli Menko Yudhi Prasetyo dan Andi Ali Affandi Mattaliti.



Komentar