Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Guntur Sasono, menekankan urgensi transparansi dan efisiensi dalam pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk 1448 H/2027 M. Dia menegaskan bahwa biaya yang ditetapkan harus mencerminkan kemampuan jemaah, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan yang diberikan.
Pernyataan tersebut diungkapkan Guntur saat berpartisipasi dalam rapat kerja bersama Menteri Haji dan Umrah RI serta dalam rapat dengar pendapat dengan Kepala Badan Pelaksana dan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Rapat ini membahas berbagai hasil pembahasan pemerintah mengenai biaya penyelenggaraan ibadah haji, pandangan dari berbagai fraksi di DPR RI, serta langkah-langkah menuju pengesahan dan penetapan BPIH untuk musim haji 2027.
Guntur melihat bahwa penentuan biaya haji bukan hanya masalah angka, tetapi juga merupakan tanggung jawab negara untuk memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah ke Tanah Suci. “Yang paling penting adalah bagaimana biaya penyelenggaraan ibadah haji dapat ditetapkan secara rasional dan transparan, dengan tetap menjaga kualitas pelayanan kepada jemaah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Guntur mengingatkan bahwa pengelolaan dana haji harus dilaksanakan secara profesional dan dengan hati-hati. Hal ini penting agar manfaat dari dana tersebut benar-benar dapat mendukung keberlanjutan penyelenggaraan ibadah haji. Ia menekankan perlunya koordinasi yang baik antara pemerintah, DPR RI, dan BPKH untuk memastikan setiap komponen pembiayaan dikelola dengan efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.
Guntur juga berharap agar pembahasan BPIH 1448 H/2027 M dapat menghasilkan skema pembiayaan yang adil dan berkelanjutan, sehingga tidak membebani jemaah. Di sisi lain, efisiensi anggaran harus tetap dijaga bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kenyamanan jemaah selama mereka melaksanakan ibadah haji.
Rapat tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari berbagai fraksi DPR RI dan membahas penetapan BPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027. Diskusi ini menjadi sangat penting, mengingat ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu.
Pembahasan tentang biaya haji merupakan agenda yang tidak bisa dianggap remeh, mengingat banyaknya aspek yang terlibat, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga pelayanan selama berada di Tanah Suci. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak termasuk kementerian terkait dan DPR sangat diperlukan untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan bermanfaat bagi jemaah.
Secara keseluruhan, transparansi dan efisiensi dalam pembahasan BPIH menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik, tanpa menambah beban finansial yang berat bagi setiap jemaah yang ingin menjalankan ibadah tersebut. Dengan demikian, harapan akan adanya pelayanan yang optimal dan biaya yang terjangkau bagi seluruh masyarakat dapat terwujud.



Komentar