Politik & Pemerintahan
Beranda / Politik & Pemerintahan / Kementerian PU Percepat Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana di Lima Daerah Sumatra Utara

Kementerian PU Percepat Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana di Lima Daerah Sumatra Utara

Kementerian PU Percepat Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana di Lima Daerah Sumatra Utara

Kementerian Pekerjaan Umum terus berupaya mempercepat proses pemulihan setelah bencana di Sumatera Utara, dengan tujuan utama mengembalikan layanan dasar bagi masyarakat. Pemulihan ini terutama difokuskan pada sektor air minum dan sanitasi di lima wilayah, termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat.

Proses pemulihan dilaksanakan secara bertahap. Tahapan pertama adalah penanganan kondisi darurat yang bertujuan untuk segera memulihkan layanan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Setelahnya, rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan melalui pembangunan infrastruktur yang lebih permanen.

Dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU mengambil langkah dalam memulihkan infrastruktur air minum, sanitasi, dan persampahan di berbagai lokasi yang terdampak bencana. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, melainkan juga pada pemenuhan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar mereka.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” ungkap Dody.

Di fase awal, prioritas diberikan pada kebutuhan-kebutuhan mendesak. Infrastruktur yang terganggu akibat bencana diperbaiki agar masyarakat dapat segera merasakan kembali fungsi layanan dasar. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, Kementerian PU melanjutkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan membangun infrastruktur yang lebih permanen dan tahan lama.

Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air untuk Mendukung Panen Raya di Wanam

Dalam sektor air minum, penanganan dibagi menjadi dua paket yang mencakup lima kabupaten/kota. Pada progres periode 18 hingga 24 September 2026, Paket 1 yang meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga telah mencapai progres fisik sebesar 31,30%. Di sisi lain, Paket 2 yang mencakup Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat mencapai 39,13%.

Pembangunan infrastruktur permanen di Paket 1 di Kabupaten Tapanuli Tengah mencakup SPAM IKK Pandan dan Tukka, SPAM IKK Sibabangun, serta SPAM IKK Pinangsori. Di Kota Sibolga, infrastruktur yang dibangun meliputi SPAM IKK Sarudik, pembangunan intake permanen di sumber Aek Doras, serta jaringan perpipaan dan sambungan rumah di Huntap Aek Parombunan.

Untuk Paket 2, di Kabupaten Tapanuli Utara terdapat pembangunan SPAM IKK Tarutung dan SPAM Huntap Dolok Nauli. Sedangkan di Kabupaten Tapanuli Selatan, pembangunan SPAM mencakup IKK Batangtoru, Huntap Desa Napa, serta Huntap Desa Hapesong di Kecamatan Batangtoru. Di Kabupaten Langkat, kebutuhan air bersih dipenuhi melalui pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan di beberapa desa, seperti Desa Pulau Banyak, Desa Pekubuan, Desa Cempa, dan Desa Muka Paya.

Pemulihan layanan air bersih juga mencakup fasilitas kesehatan. Proses penyediaan air bersih untuk RSUD Tanjung Pura masih berlangsung, sementara pemasangan sarana air bersih di Puskesmas Pantai Cermin telah selesai.

Kementerian PU tidak hanya fokus pada air minum, tetapi juga berupaya mempercepat pemulihan di sektor sanitasi dan persampahan. Setelah tahap penanganan darurat, pembangunan sistem sanitasi permanen terus dilanjutkan. Hingga minggu ke-36, atau periode 15 hingga 21 September 2026, progres fisik keseluruhan telah mencapai 29,86%.

Menko AHY Ajak Kerja Sama Indonesia-Swiss di Sektor Air, Energi, dan Konektivitas

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, pekerjaan mencakup pengadaan bak arm roll untuk mendukung layanan di lokasi huntara dan huntap. Sementara di Kota Sibolga, penanganan meliputi pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), pengadaan bak arm roll di Huntap Aek Parombunan, serta optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Untuk Kabupaten Tapanuli Utara, fokus utama pekerjaan adalah pengadaan bak arm roll. Di Kabupaten Tapanuli Selatan, optimalisasi TPA Sipirok dan pengadaan bak arm roll dilakukan untuk memperkuat pelayanan persampahan.

Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini, Kementerian PU menerapkan prinsip Build Back Better. Pendekatan ini mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk risiko bencana, standar teknis, kualitas layanan, dan kebutuhan masyarakat untuk jangka panjang. Dengan rangkaian pemulihan ini, Kementerian PU berkomitmen memastikan masyarakat di lima kabupaten/kota di Sumatera Utara dapat kembali mendapatkan akses terhadap layanan air minum dan sanitasi yang layak.

Pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk menjadi lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Menko AHY Temui Presiden Swiss untuk Dorong Investasi dan Transfer Teknologi Infrastruktur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan