Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru-baru ini melakukan kunjungan penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Swiss. Dalam pertemuan ini, Menko AHY bertemu dengan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di Federal Palace, Bern, pada tanggal 28 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan strategis untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di bidang investasi, transfer pengetahuan, dan pembangunan infrastruktur.
Di awal pertemuan, Menko AHY menyampaikan salam hangat dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada Presiden Parmelin. “Merupakan kehormatan bagi saya untuk kembali bertemu dengan Yang Mulia setelah pertemuan kita di Jakarta tahun lalu. Izinkan saya juga menyampaikan salam hormat dari Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Menko AHY, menandai pentingnya hubungan antara kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia tengah berfokus pada penguatan ketahanan pangan, serta pengelolaan air dan energi. Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan konektivitas dan mendorong pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah.
“Infrastruktur menjadi sangat penting karena mendorong pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya, menekankan peran vital infrastruktur dalam pembangunan negara.
Pada pertemuan tersebut, Menko AHY mengidentifikasi tiga bidang utama untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Swiss. Pertama, terkait pengelolaan air dan air limbah yang terpadu. Kedua, pemanfaatan hydropower dan penyimpanan energi, serta penguatan ketahanan sistem energi. Ketiga, pengembangan bidang transportasi dan infrastruktur perkotaan yang berfokus pada pengurangan emisi karbon dan ketahanan lingkungan.
“Indonesia dan Swiss memiliki kekuatan yang sangat saling melengkapi. Swiss memiliki keunggulan dalam inovasi, teknologi maju, keahlian pembiayaan, dan kelembagaan yang kuat. Sementara Indonesia memiliki skala yang besar, pasar yang terus tumbuh, serta posisi strategis di kawasan ASEAN,” lanjut Menko AHY, menunjukkan potensi kerja sama yang saling menguntungkan.
Presiden Parmelin menyambut baik inisiatif kerja sama yang diajukan oleh Menko AHY. Ia menegaskan bahwa Swiss siap untuk mendukung sektor-sektor pembangunan strategis di Indonesia. Hal ini termasuk kolaborasi dalam bidang teknologi, pengetahuan, dan investasi yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kedua belah pihak.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Menko AHY berharap agar diskusi dapat berlanjut melalui identifikasi sejumlah inisiatif prioritas. “Saya percaya langkah praktis berikutnya adalah kedua tim mengidentifikasi sejumlah kecil inisiatif prioritas, menentukan focal point yang tepat, dan menggunakan mekanisme bilateral yang telah tersedia untuk menindaklanjutinya,” tegas Menko AHY, menekankan pentingnya tindakan konkret untuk mewujudkan rencana kerja sama.
Kunjungan Menteri AHY ini diiringi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, I Gede Ngurah Swajaya, serta Deputi Infrastruktur Dasar, Nazib Faizal. Selain itu, ada juga Staf Khusus Menko, Herzaky Mahendra Putra, Staf Khusus Menteri PU, Ahmad Khoirul Umam, Tenaga Ahli Menko, Mira Permatasari, dan Diska Putri Pamungkas. Kunjungan ini tidak hanya mencerminkan hubungan baik antara kedua negara, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan inovatif.



Komentar