Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi, pengalaman kerja, serta kemampuan berwirausaha sebagai persiapan menghadapi ketatnya persaingan di pasar kerja. Ia menyatakan bahwa pencapaian akademik harus sejalan dengan penguasaan keterampilan praktis agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Pesan tersebut disampaikan oleh Afriansyah saat peluncuran Untidar Job Fair 4.0 dan Disnaker Goes to Campus 2026, yang mengusung tema Bridging Talents, Building Futures.
Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah menegaskan bahwa masa perkuliahan seharusnya dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan industri. Ia mengingatkan bahwa hanya mengandalkan ijazah dan indeks prestasi kumulatif (IPK) tidaklah cukup untuk mengukur kesiapan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
“Jangan hanya mengejar IPK dan ijazah, tetapi kejarlah kompetensi dan pengalaman,” tukas Afriansyah, menandakan pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik.
Afriansyah menjelaskan bahwa kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri merupakan elemen kunci dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompetitif. Konsep Connect to Grow diterapkan untuk mengintegrasikan berbagai aspek pendidikan, mulai dari pelatihan, sertifikasi kompetensi, sampai akses ke pasar kerja.
Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti program magang sebagai cara untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan profesional. Melalui magang, mahasiswa tidak hanya bisa menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah, tetapi juga dapat melatih kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta kerja sama dalam tim.
Menurut Afriansyah, pengalaman magang dapat menjadi langkah awal yang berharga untuk memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman praktis sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.
Pemerintah, melalui berbagai inisiatif seperti bursa kerja dan program pengenalan ketenagakerjaan di kampus, optimis bahwa kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri dapat diminimalkan. Hal ini penting agar para lulusan tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja.
Dengan adanya program-program tersebut, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap dan percaya diri saat memasuki dunia kerja. Pelatihan dan pengalaman kerja yang relevan akan membantu mereka untuk lebih mudah beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan yang sesungguhnya.
Kesimpulannya, penting bagi mahasiswa untuk menjadi proaktif dalam mengembangkan keterampilan dan pengalaman mereka. Dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada selama masa perkuliahan, mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan di pasar kerja yang semakin kompetitif.



Komentar