PISEW 2026 atau yang disebut Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah menjadi satu di antara strategi jempolan yang diterapkan Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo dan jajarannya di Kementerian PU.
Berkat strategi PISEW 2026 ini, Kementerian PU berhasil mempercepat beberapa upaya percepatan pembangunan nasional.
Sekaligus ikut memberdayakan masyarakat yang menjadi sarana penyediaan tenaga kerja.
Tak tanggung-tanggung, berkat strategi PISEW 2026 ini, Kementerian PU mengklaim berhasil memberdayakan 8.011 masyarakat.
Dengan kata lain, PISEW 2026 yang dijalankan Dody Hanggodo dan jajarannya di Kementerian PU ini sukses menyerap tenaga kerja sebanyak 8.011 orang.
“PISEW bukan sekadar membangun jalan atau saluran, tetapi membuka ruang bagi masyarakat desa untuk bekerja, berdaya, dan meningkatkan nilai ekonomi di wilayahnya,”
“Melalui pendekatan padat karya, masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan di desanya,” ujar Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Rabu (28/10/2026)
Kegiatan PISEW 2026 dialokasikan untuk 808 lokasi dengan anggaran Rp 404 miliar.
Kegiatan ini menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 10.456 orang atau setara 618.684 Hari Orang Kerja (HOK).

LIBATKAN WARGA – Petugas Kementerian PU melakukan pengecekan infrastruktur yang dibangun dalam program PISEW 2026. Lewat PISEW 2026, Kementerian PU sukses mempercepat pembangunan nasional untuk membantu ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus menyerap tenaga kerja. Berikut lengkapnya, Rabu (28/10/2026). OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PU/REPRO
Dalam Tahun Anggaran 2026 ini, pembangunan infrastruktur PISEW diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardesa dan mendukung kegiatan ekonomi produktif di kawasan perdesaan.
Sehingga bisa memperlancar akses petani menuju lahan pertanian dan jalur distribusi hasil panen.
Dalam pelaksanaannya, PISEW mengkaryakan masyarakat.
Dengan pelibatan ini, penyerapan tenaga kerja hingga 10.456 orang atau setara 618.684 Hari Orang Kerja (HOK).
Hingga 21 Oktober 2026, kegiatan ini telah dikerjakan di 808 lokasi dengan progres fisik 46,18% dan menyerap 8.011 tenaga kerja.
Dengan kebijakan itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, PISEW tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi bagian langsung dari proses pembangunan di wilayahnya.
Infrastruktur yang dibangun melalui PISEW meliputi jalan, jembatan, tambatan perahu, pasar, gudang, lantai jemur, dan tempat penjemuran ikan.
Bagi petani, akses yang lebih baik diharapkan mempermudah pengangkutan hasil panen dari lahan menuju permukiman, pasar, maupun pusat distribusi.
Sementara bagi masyarakat desa, skema padat karya memberikan peluang memperoleh penghasilan tambahan selama pembangunan berlangsung.
Salah satu pelaksanaan PISEW 2026 berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.
Saat ini progres fisik pembangunan PISEW di HSS dan HST secara keseluruhan telah mencapai 66,11%.
Di Kabupaten HSS, pembangunan jalan paving block berada di kawasan Desa Telaga Langsat dan Desa Lok Binuang sepanjang 700 meter dan lebar 3,5 meter dengan luas kawasan terlayani 11,36 hektar.
Selanjutnya peningkatan jalan penghubung di Desa Longawang dan Desa Pandulang sepanjang 1.200 meter dan lebar 1,6 meter dengan luas kawasan terlayani 12,83 hektar.
Adapun di Kabupaten HST, pembangunan jalan penghubung dan akses produksi pertanian berada di Desa Paya Besar dan Desa Aluan sepanjang 919 meter dengan luas kawasan terlayani 8,06 hektar.
Peningkatan jalan paving block juga dilakukan di Desa Kalibaru dan Desa Kahakan sepanjang 700 meter dengan luas kawasan terlayani 8,54 hektar.
Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan, Denny Surya Martha, menjelaskan bahwa kegiatan difokuskan pada pembangunan dan peningkatan jalan paving block untuk memperkuat konektivitas antardesa serta mendukung akses menuju kawasan produksi pertanian.
“Peningkatan akses tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil produksi,’
“Sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi sesuai potensi desa setempat seperti pertanian dan perikanan,” kata Denny.
Kementerian PU terus mendorong percepatan PISEW 2026 agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui penyediaan infrastruktur dan pelibatan tenaga kerja lokal, program ini diharapkan memperkuat ekonomi perdesaan, mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, serta berkontribusi terhadap ketahanan dan swasembada pangan nasional. (*)



Komentar