Politik & Pemerintahan
Beranda / Politik & Pemerintahan / Kementerian PU Bersihkan Saluran Riam Kanan 11,25 Km untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Kalsel

Kementerian PU Bersihkan Saluran Riam Kanan 11,25 Km untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Kalsel

Kementerian PU Bersihkan Saluran Riam Kanan 11,25 Km untuk Dukung Pemadaman Karhutla di Kalsel

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dengan memaksimalkan sumber air dan menggunakan berbagai sarana pendukung. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran dan menjaga kelembapan lahan gambut di daerah yang rentan terbakar.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan betapa krusialnya kesiapan infrastruktur sumber daya air dalam menghadapi bencana, termasuk karhutla. Ketersediaan air serta aksesibilitas menuju sumber air sangat diperlukan agar usaha pemadaman dapat berjalan dengan cepat dan berkelanjutan.

“Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Infrastruktur air yang ada harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat nyata untuk kebutuhan masyarakat,” tegas Menteri Dody.

Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, Kementerian PU mengimplementasikan penanganan karhutla di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Barito Kuala. Salah satu langkah strategis yang dilaksanakan adalah membersihkan saluran pembuang Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan yang memiliki panjang sekitar 11,25 kilometer.

Pekerjaan pembersihan ini mencakup pengangkatan endapan sedimen, gulma, semak belukar, serta sampah dan material lain yang mengganggu aliran air. Dengan pembersihan saluran, diharapkan aliran air dapat berjalan lancar dan ketersediaannya meningkat, sehingga mendukung upaya pemadaman karhutla baik melalui jalur darat maupun udara.

Kementerian PU Membangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi dan Melibatkan 97 Ribu Tenaga Kerja

Saluran Riam Kanan juga berfungsi sebagai sumber pengisian air bagi helikopter yang melakukan operasi pemadaman dengan metode water bombing. Selain itu, Kementerian PU juga merencanakan pembangunan sumur bor untuk membasahi lahan gambut dan menyediakan sumber air tambahan bagi pemadaman di daerah rawan kebakaran.

Hingga tanggal 22 Oktober 2026, survei geolistrik telah dilakukan di empat titik rencana sumur bor. Di Kelurahan Sukamara, mobilisasi peralatan dan pembersihan lahan (land clearing) telah dilaksanakan. Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, Kementerian PU mengerahkan berbagai alat berat dan kendaraan operasional.

  • Delapan unit ekskavator
  • Dua unit truk trailer
  • Enam unit dump truck
  • Dua unit mobil pompa air
  • Satu unit mobil tangki
  • Tujuh unit mobil pikap

Dukungan operasional juga dilengkapi dengan empat unit mesin genset lampu, 30 unit mesin pompa air, dua unit mesin kompresor, lima unit tandon air dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter, dan empat unit sprinkler. Semua peralatan tersebut disebar pada beberapa lokasi untuk mendukung penanganan sesuai kebutuhan yang ada di lapangan.

Melalui optimalisasi saluran air, persiapan sumur bor, dan pengerahan peralatan pendukung, Kementerian PU berupaya memperkuat kontribusinya dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kebakaran, memperlancar akses air untuk pemadaman, serta mengurangi risiko terjadinya kebakaran berulang di kawasan yang rawan.

Dengan penerapan strategi yang komprehensif dan terencana, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari upaya pemerintah dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak bencana yang merugikan.

Kementerian PU Sertifikasi 41.824 Tenaga Kerja Konstruksi untuk Meningkatkan Kualitas Pekerjaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan