Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan tinjauan terhadap proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung yang dilengkapi dengan tanggul laut. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dan bertujuan untuk menilai kemajuan proyek serta mendeteksi potensi kendala yang mungkin timbul di lapangan, sehingga penyelesaian proyek dapat tetap sesuai dengan rencana.
Secara umum, perkembangan proyek jalan tol ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meskipun demikian, percepatan dalam pembangunan harus tetap mempertimbangkan faktor-faktor terkait kondisi tanah, khususnya karena lokasi proyek yang berada di daerah pesisir. Penanganan yang tepat sangat diperlukan untuk menjamin stabilitas dan ketahanan infrastruktur dalam jangka waktu yang panjang.
Dalam penjelasannya, Menteri Dody menegaskan pentingnya proses pemampatan atau konsolidasi tanah yang optimal sebelum melanjutkan ke tahap penimbunan berikutnya. Ia menyampaikan, “Alhamdulillah sudah bagus. Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna.”
Menurut data terakhir per 22 Oktober 2026, progres fisik pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 yang dibagi dalam tiga paket pekerjaan telah mencapai 79,42 persen. Paket 1A mencatatkan capaian tertinggi dengan persentase 97,49. Paket 1B, yang mencakup pembangunan tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer, telah mencapai 75,22 persen, sementara Paket 1C, yang terdiri dari kolam retensi dan sistem pompa, mencapai 75,68 persen.
Menteri Dody juga menegaskan bahwa perkembangan proyek ini masih berada di jalur yang tepat. Capaian tersebut didukung oleh keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, penyedia jasa konstruksi, hingga masyarakat setempat. “Untuk progres sudah 79,4 persen. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah. Semua penyedia jasa lokal maupun yang dari luar juga masih semangat tinggi,” ujarnya.
Selain berfungsi untuk meningkatkan konektivitas transportasi, pembangunan tanggul laut di kawasan Sayung juga memberikan dampak positif dalam mengatasi masalah banjir. Menurut Menteri Dody, wilayah ini tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya setelah keberadaan tanggul. Langkah penanganan selanjutnya akan difokuskan pada wilayah Demak melalui kolaborasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh proyek ini dapat selesai pada akhir tahun 2027. Pemerintah juga berupaya agar ruas jalan ini dapat digunakan pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2027, dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi serta keamanan infrastruktur. “Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsikan,” harapnya.
PPK Pengawasan pada Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Prasetyo Arief, menjelaskan bahwa pekerjaan pada Paket 1A di kawasan Kaligawe dan Sayung sudah memasuki tahap akhir. Pekerjaan ini mencakup pembangunan Jembatan Kaligawe, jalan layang, serta jalan dan fasilitas pendukung lainnya. “Untuk 1A, progresnya sudah memasuki tahap akhir. Untuk yang sudah selesai di 1A, seluruh konstruksi elevated sudah selesai, sudah tersambung sampai dengan P19, sudah nyambung dengan paket 1B,” ungkapnya.
Paket 1B sendiri mencakup pembangunan tanggul laut, struktur pelindung pantai, jalan utama, akses masuk dan keluar Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, area istirahat, gerbang tol, serta berbagai fasilitas penunjang. Pelaksanaan Paket 1B masih memerlukan tahap perbaikan tanah, yang mencakup metode preloading dan masa tunggu konsolidasi. Seluruh proses tersebut direncanakan berlangsung selama 425 hari untuk memastikan tanah mencapai kestabilan yang dibutuhkan sebelum konstruksi selanjutnya dimulai.
Sementara itu, Paket 1C difokuskan pada pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas 189 hektare dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare, yang mencakup rumah pompa dan saluran pendukung. Infrastruktur ini dirancang untuk menampung aliran air dari berbagai sungai dan mengalirkannya ke laut melalui Sungai Babon dengan bantuan sistem pompa.
Dengan adanya pembangunan Tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan tanggul laut dan sistem pengendalian air, Kementerian Pekerjaan Umum berupaya untuk memperkuat konektivitas wilayah, memberikan dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, serta mengurangi risiko banjir rob di kawasan pesisir Jawa Tengah.



Komentar