Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Kementerian Ekraf Targetkan Peran Gen Z

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Kementerian Ekraf Targetkan Peran Gen Z

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Kementerian Ekraf Targetkan Peran Gen Z

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Bank Indonesia telah memperkuat sinergi untuk menjadikan generasi muda sebagai penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak muda dalam sektor ini.

Diskusi mengenai kolaborasi ini berlangsung dalam acara Youth Talk Karya Kreatif Indonesia 2026 yang bertemakan “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Peran Anak Muda dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan”. Acara tersebut digelar di Jakarta International Convention Center pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menteri Ekraf sekaligus Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya menempatkan generasi muda sebagai aktor kunci dalam ekosistem ekonomi kreatif, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Ia menyatakan, “Generasi muda diposisikan bukan hanya sebagai sasaran pengembangan, namun diberikan peran sebagai aktor utama dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif.”

Teuku Riefky juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan Bank Indonesia akan mencakup berbagai aspek, antara lain pembiayaan kreatif, digitalisasi, perluasan akses pasar, serta pengembangan e-commerce yang memanfaatkan potensi lokal. Menurut data dari BPS, sektor ekonomi kreatif mempekerjakan sekitar 27,4 juta orang, dengan 63 persen di antaranya berasal dari generasi Z dan milenial.

Sektor ini berkontribusi sekitar 7,38 persen terhadap PDB nasional dan ditargetkan untuk meningkat menjadi 8 persen sebelum tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat talenta, pembiayaan, infrastruktur, pasar, dan insentif melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045.

Link Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Gratis dan Panduan Cara Penggunaannya

Di sisi lain, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas AM Djiwandono mengidentifikasi regenerasi sebagai salah satu tantangan penting dalam keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang berbasis keterampilan dan budaya. Ia berpendapat, “Generasi muda memiliki modal besar untuk membawa produk berbasis budaya Indonesia menjadi semakin kompetitif.”

Thomas mendorong anak-anak muda untuk berani berinovasi dan menciptakan karya baru, dengan memanfaatkan teknologi yang ada, sekaligus tetap mempertahankan identitas budaya bangsa. Dengan begitu, produk lokal dapat memiliki daya saing di pasar global.

Keberadaan generasi muda dalam ekosistem ekonomi kreatif tidak hanya penting untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk pelestarian budaya. Melalui kreativitas dan inovasi, mereka dapat mengangkat nilai-nilai tradisional ke tingkat yang lebih tinggi, memungkinkan produk budaya Indonesia untuk dikenal di kancah internasional.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan generasi muda dapat lebih aktif berperan dalam menciptakan peluang dan solusi untuk tantangan yang ada di sektor ekonomi kreatif. Melalui dukungan dari pemerintah dan lembaga keuangan, mereka dapat mengembangkan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkontribusi pada budaya dan masyarakat secara luas.

Penguatan peran generasi muda dalam ekonomi kreatif menjadi sangat penting di tengah perkembangan global yang semakin cepat. Oleh karena itu, inisiatif ini bukan hanya tentang meningkatkan angka ekonomi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik melalui karya-karya yang inovatif dan berbasis budaya.

Rekening Donasi Warga Pati Rp80 Juta Diblokir oleh Bank Mandiri, Koalisi Sipil Minta Penjelasan Pemblokiran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan