MENTERI Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo mengklaim sejumlah infrastruktur pengendalian banjir di Sungai Krueng Aceh yang sudah disiapkan jajarannya di Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) sudah siap untuk menghadapi musim hujan yang segera tiba.
Hal itu dipastikannya setelah Dody Hanggodo melakukan inspeksi langsung ke Sungai Krueng Aceh, dalam kunjungannya ke Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Selasa (20/10/2026).
Dalam waktu dekat, orang nomor 1 di Kementerian PU itu juga mengungkapkan pembangunan infrastruktur lanjutan untuk pencegahan bencana di Provinsi Aceh.
Termasuk di antaranya adalah rencananya dredging di sisi muara Sungai Krueng agar memperlancar aliran air.
Namun secara umum, Politisi Partai Demokrat itu memastikan infrastruktur pengendalian banjir di sungai tersebut sudah andal dan siap menghadapi musim hujan kali ini.
“Kondisi infrastrukturnya sudah bagus, ke depannya mungkin muaranya yang mesti kita perhatikan,”
“Jadi muaranya harus segera kita dredging agar pergerakan air bisa lebih lancar dan sedimen bisa ikut terdorong ke laut,” kata Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI, Rabu (21/10/2026).
Sebagai informasi, Sungai Krueng Aceh merupakan sungai utama yang mengalir melalui Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh dengan panjang sekitar 145 km dan luas DAS sekitar 1.755 km².
Sungai ini direncanakan dapat menampung debit banjir dengan kapasitas sebesar 1.300 m³/detik.
Pada beberapa bagian, Sungai Krueng Aceh mengalami erosi yang mengakibatkan longsoran tebing dan berpotensi membahayakan sarana serta prasarana di sekitarnya, termasuk jalan nasional yang berada di sisi sungai.
Untuk mengurangi risiko tersebut, penanganan tebing dilakukan melalui pemasangan batu boulder dengan total panjang 428 meter, terdiri atas sisi kiri sepanjang 175 meter dan sisi kanan sepanjang 253 meter.
Sementara pemasangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) dan pembangunan dinding penahan tanah direncanakan dilaksanakan pada 2027.
“Kita fokusnya di muara dulu,”
“Jika muara sudah dikeruk dan aliran sungai lebih lancar, kita lakukan perkuatan muara agar sedimen yang sudah diangkat tidak kembali menumpuk,”
“Kemudian penanganan sungai dilanjutkan melalui normalisasi,” jelasnya lagi.
Bangun Sabo Dam
Selain normalisasi Sungai Krueng Aceh, Dody Hanggodo juga mengungkapkan rencana pihaknya di Kementerian PU untuk membangun sejumlah infrastruktur lain.
Satu di antaranya adalah Sabo Dam.
Rencana itu disiapkan untuk memperkuat upaya mitigasi bencana melalui pembangunan sabo dam di sejumlah wilayah di Aceh.

KUNJUNGI ACEH – Menteri PU Dody Hanggodo menginspeksi kesiapan infrastruktur pengendalian banjir dalam kunjungannya ke Aceh, Selasa (20/10/2026) lalu. Politisi Partai Demokrat yang juga orang nomor 1 di Kementerian PU tersebut memastikan infrastruktur pengendalian banjir di Aceh sudah siap untuk menghadapi musim hujan di penghujung 2026 yang akan segera tiba. OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PU/REPRO
“Aceh sebenarnya hampir tidak pernah kering dan selalu hujan, sehingga tim kita selalu siaga dan sudah melakukan persiapan khususnya di beberapa wilayah yang pernah mengalami bencana seperti Gayo Lues dan Aceh Tenggara,”
“Salah satunya melalui penambahan beberapa sabo dam yang kita kerjakan,” katanya.
Dari rencana pembangunan sekitar 40 sabo dam di Provinsi Aceh, sebanyak enam unit ditargetkan selesai pada 2026.
Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2028, dengan rencana penambahan penanganan sehingga totalnya menjadi 42 unit.
Melalui penanganan sungai serta pembangunan sabo dam, Kementerian PU terus mendorong penguatan infrastruktur sumber daya air di Aceh.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai, mengurangi risiko banjir dan potensi dampak bencana hidrometeorologi lainnya serta melindungi masyarakat dan infrastruktur di Daerah Istimewa Aceh. (*)



Komentar