Timnas Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam mencari sosok penyerang tengah yang tidak hanya efisien dalam mencetak gol, tetapi juga mampu menciptakan peluang lewat keterampilan individu. Pencapaian Mitchell Baker selama FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi tersebut, terutama ketika harus bersaing di tingkat Asia.
Masalah ini menjadi perhatian khusus pengamat sepak bola Gita Suwondo. Ia menekankan bahwa Indonesia sangat memerlukan striker yang tidak hanya mahir dalam menyelesaikan peluang, tetapi juga dapat melewati lawan, membuka ruang, serta menciptakan kesempatan di tengah pertahanan lawan yang ketat.
Baker menunjukkan kinerja yang cukup produktif dengan mencetak sembilan gol dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, Gita berpendapat bahwa karakteristik gol yang dicetak oleh pemain berusia 19 tahun itu perlu dievaluasi lebih lanjut. “Satu hal lagi, solusi kita untuk pemain nomor 9 belum kita dapat untuk kelas Piala Asia. Mitch terlepas dari menjadi top skor di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan 9 gol yang dilesakkan,” ungkap Gita dalam wawancara.
Ia menjelaskan bahwa dari delapan penampilan yang dilakukan bersama Timnas Indonesia, Baker berhasil mencetak hattrick ketika melawan Kamboja, satu gol saat menghadapi Timor Leste, dan lima gol ketika bertemu Bangladesh. Gita menambahkan, “Semua golnya itu tap in,” merujuk pada tipe gol yang cenderung mudah dilakukan.
Menurut Gita, kemampuan untuk memanfaatkan peluang di depan gawang adalah modal yang sangat penting bagi seorang penyerang. Namun, ia juga menekankan bahwa penyerang tengah harus memiliki keterampilan individu yang baik untuk menembus pertahanan lawan. “Pada saat dia harus menjadi pemain nomor 9 membuka ruang melakukan dribel, dia gagal. Kemarin pada saat laga final melawan Timnas Thailand, sekali melakukan dribel berhasil tapi tendangannya lemah,” jelasnya.
Lebih jauh, Gita mencatat bahwa Ole Romeny bisa menjadi alternatif untuk mengisi posisi tersebut, walaupun posisi asli Romeny bukanlah sebagai penyerang nomor 9. Hal ini menunjukkan kebutuhan akan variasi dalam strategi penyerangan Timnas Indonesia.
Dalam konteks kompetisi yang semakin ketat, kemampuan untuk mencetak gol saja tidak cukup. Timnas Indonesia perlu mengembangkan strategi yang beragam dan melibatkan penyerang yang memiliki kemampuan lebih daripada sekadar menyelesaikan peluang. Dengan demikian, langkah ke depan bagi pelatih dan tim adalah mengevaluasi dan menemukan penyerang yang tidak hanya efisien dalam mencetak gol, tetapi juga mampu berkontribusi secara signifikan dalam membongkar pertahanan lawan.
Dengan fokus yang tepat pada pengembangan kemampuan individu dan kolektif, diharapkan Timnas Indonesia dapat mencapai hasil yang lebih baik di pentas Asia mendatang. Pencarian sosok penyerang yang ideal tentu akan menjadi salah satu prioritas utama demi meraih kesuksesan yang diharapkan.



Komentar