Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Alasan Tim SAR Tidak Menggunakan Helikopter untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Alasan Tim SAR Tidak Menggunakan Helikopter untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Alasan Tim SAR Tidak Menggunakan Helikopter untuk Mencari 5 Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Tim SAR gabungan saat ini belum memanfaatkan helikopter dalam usaha pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan tersebut diambil mengingat aktivitas gunung yang masih berlangsung aktif dan berpotensi menambah risiko dalam proses pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan untuk memastikan keselamatan selama operasi. Sementara ini, fokus pencarian masih dilakukan melalui jalur laut, dengan menyisir sejumlah sektor perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Al Amrad juga menambahkan bahwa lokasi dugaan keberadaan delapan orang yang dicari berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, sehingga pencarian yang melibatkan helikopter berisiko tinggi. “Sama dengan kami yang sudah koordinasikan sejauh itu. Dengan kondisi, karena ini posisi datum target korban adalah di sekitaran Anak Gunung Krakatau. Dan sekarang Gunung Krakatau masih posisi aktif, akan sulit bila pencarian (dengan helikopter),” ungkapnya.

Selaras dengan pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Basarnas juga memperhatikan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai zona berbahaya di sekitar gunung tersebut. Al Amrad mengungkapkan bahwa PVMBG merekomendasikan radius bahaya sejauh 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pola pencarian agar tetap memprioritaskan keselamatan personel SAR.

“Saat ini dari PVMBG menyatakan bahwa dengan radius 3 kilometer,” ujarnya. Dengan pertimbangan tersebut, tim SAR masih melakukan pencarian menggunakan kapal. Wilayah operasi dibagi ke dalam beberapa sektor untuk menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Purbaya Dicopot: Fithra Bandingkan dengan Mbappe, Bukan karena Kinerja?

Operasi pencarian ini melibatkan unsur SAR dari berbagai daerah dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Tim terus berusaha menemukan speedboat serta seluruh penumpang yang hingga kini masih belum teridentifikasi keberadaannya.

Proses pencarian saat ini difokuskan pada delapan orang yang hilang kontak ketika melakukan perjalanan menggunakan speedboat di sekitar Gunung Anak Krakatau. Di antara mereka terdapat tiga kru kapal dan lima jurnalis yang juga terlibat dalam peliputan. Tiga kru speedboat yang belum ditemukan meliputi Warta (55), yang menjabat sebagai kapten kapal; Surakman (60), anak buah kapal (ABK); serta Heriyanto (49), yang bertugas sebagai pemandu atau guide.

Pencarian ini menjadi lebih mendesak mengingat kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik yang tidak stabil. Tim SAR berharap dapat segera menemukan semua orang yang hilang serta melakukan evakuasi dengan aman. Masyarakat pun berharap agar upaya tim SAR dapat membuahkan hasil dan semua yang hilang dapat segera ditemukan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan