Politik & Pemerintahan
Beranda / Politik & Pemerintahan / Soul of Indonesia Resmi Buka WCCE 2026, Memperkenalkan Kuliner dan Seni Nusantara ke Kancah Internasional

Soul of Indonesia Resmi Buka WCCE 2026, Memperkenalkan Kuliner dan Seni Nusantara ke Kancah Internasional

Soul of Indonesia Resmi Buka WCCE 2026, Memperkenalkan Kuliner dan Seni Nusantara ke Kancah Internasional

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) telah mengambil langkah strategis dengan memamerkan kekayaan kuliner dan seni pertunjukan Indonesia kepada delegasi dari lebih dari seratus negara. Melalui acara jamuan makan malam bertajuk Soul of Indonesia, yang berlangsung di Akasta, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026, kegiatan ini menandai pembukaan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan keyakinannya bahwa kekayaan budaya Indonesia memiliki peranan penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tanah air. Menurutnya, hal ini berpotensi untuk membuka peluang investasi baru serta menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

“Selamat datang di Jakarta. Malam ini, kita berkumpul bukan hanya sebagai kolega, tetapi bagian dari keluarga kreatif global yang percaya bahwa kreativitas memiliki kekuatan untuk membentuk perekonomian, memberdayakan masyarakat, dan menceritakan kisah yang mendefinisikan identitas Indonesia,” tegas Riefky dalam sambutannya.

Acara tersebut menghadirkan kombinasi menarik antara hidangan khas Nusantara dan delapan pertunjukan seni yang meliputi musik, tari, teater, serta inovasi teknologi audio-visual. Berbagai penampilan tersebut menunjukkan bagaimana tradisi Indonesia dapat dielaborasi secara kreatif, menjadikannya relevan untuk audiens internasional.

Beberapa pertunjukan yang berhasil memikat perhatian tamu antara lain Tari Saman yang dinamis, musikal Akasta Raya yang melibatkan Alffy Rev, serta drama wayang Kijang Kencana. Tidak ketinggalan, teater musikal Calon Arang dan Pagelaran Sabang Merauke dengan tema Hanya Indonesia yang Punya juga turut memeriahkan malam tersebut. Penampilan dari Mario Ginanjar, Toton Caribo, dan sejumlah seniman berbakat lainnya semakin menambah kemeriahan acara.

Tersangka Baru Dalam Kasus Penyadapan Prabowo: Peran dan Ancaman Hukumannya

Dalam hal kuliner, para delegasi disuguhi berbagai hidangan tradisional Indonesia yang menggugah selera. Di antara sajian tersebut terdapat ikan kalio, sate maranggi, tempe bakar, wingko babat, dan minuman kunyit asam. Setiap hidangan tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga sarat akan makna dan tradisi yang melambangkan budaya Indonesia.

Salah satu tamu, Sachida Nand, yang merupakan anggota parlemen dan asisten menteri dari Fiji, memberikan apresiasi tinggi terhadap keragaman budaya Indonesia. Ia menyatakan bahwa perpaduan antara tradisi, musik, teater, dan seni kontemporer memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai karakteristik budaya bangsa ini.

Riefky juga menekankan bahwa kolaborasi lintas subsektor merupakan salah satu kekuatan utama dalam ekonomi kreatif. Semangat kolaborasi ini sejalan dengan tema WCCE 2026, yaitu Inclusively Creative: Collective Continuity. Tema tersebut menyoroti pentingnya kreativitas yang inklusif dan keberlanjutan dalam kolaborasi untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif global.

Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat semakin dikenal di panggung dunia, tidak hanya sebagai negara dengan kekayaan alam, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan inovasi yang memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi kreatif. Melalui ajang seperti ini, Indonesia berupaya untuk membangun jaringan internasional yang akan mendukung pertumbuhan sektor kreatif di tanah air.

Secara keseluruhan, acara Soul of Indonesia tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana untuk memperkuat hubungan antar negara dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif. Diharapkan pengalaman yang diberikan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para delegasi, serta mendorong mereka untuk menjalin lebih banyak kerja sama dengan Indonesia di masa depan.

Kemensos dan KPAI Tingkatkan Pengawasan Sekolah Rakyat untuk Perlindungan Anak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan