KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (Kementerian PU) menggelar pelaksanaan preservasi jembatan dan jalur jalan ruas Banda Aceh–Krueng Raya, Banda Aceh–Blang Bintang, Provinsi Aceh.
Terkait pekerjaan itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan pihaknya di Kementerian PU akan menyiapkan infrastruktur vital tersebut agar siap untuk digunakan dalam jangka panjang di masa mendatang.
Hal itu diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan di ruas Banda Aceh–Krueng Raya, Banda Aceh–Blang Bintang, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh pada Selasa (20/10/2026) lalu.
Dody Hanggodo menilai, infrastruktur jalan perlu direncanakan perlu mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan kendaraan dan perkembangan wilayah dalam beberapa tahun mendatang.
Sehingga mobilitas masyarakat akan meningkat seiring dengan kemajuan Aceh sehingga kapasitas jalan perlu diperhatikan sejak dini.
Meskipun kondisi lalu lintas saat ini di jalur tersebut masih relatif lancar.
“Jalan ini harusnya dipikirkan bukan untuk hari ini saja, tapi setahun, dua tahun, sampai lima tahun ke depan,”
“Kalau lima tahun ke depan mungkin jalan ini sudah sangat tidak relevan, terutama karena (volume kendaraan) semakin tinggi,” ujar Menteri Dody Hanggodo, dalam rilis yang diterima MACI News, Kamis (22/10/2026)
Menurut Menteri Dody, antisipasi terhadap peningkatan volume kendaraan diperlukan agar infrastruktur yang dibangun dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka menengah dan panjang.
Salah satu hal yang dapat dikaji adalah optimalisasi ruang jalan, termasuk penyesuaian pembatas jalan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi lapangan.
Selain itu, pelebaran jalan dan pembangunan jalan lingkar juga dapat menjadi opsi untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas.
Meski demikian, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan ketersediaan lahan, kondisi kawasan yang telah berkembang menjadi permukiman, serta kebutuhan dan prioritas penanganan.
Pekerjaan preservasi jalan dan jembatan Banda Aceh–Krueng Raya dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan nilai kontrak sebesar Rp34,61 miliar.
Progres fisik pekerjaannya telah mencapai 80,77%.
Ruang lingkup pekerjaannya meliputi rekonstruksi jalan Lambaro-Blang Bintang sepanjang 0,95 km, rehabilitasi jembatan Krueng Angan sepanjang 82 meter.
Serta pemeliharaan berkala jembatan Flyover Simpang Surabaya sepanjang 447,2 meter dan Alue Ruyung sepanjang 7 meter, serta pemeliharaan rutin kondisi jalan.
Kementerian PU terus mendorong pelaksanaan preservasi jalan dan jembatan agar kualitas infrastruktur tetap terjaga serta mendukung kelancaran konektivitas masyarakat.
Melalui penanganan yang berkelanjutan dan perencanaan yang memperhatikan kebutuhan lalu lintas ke depan, infrastruktur jalan di Aceh diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan. (*)



Komentar