Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Dody Hanggodo Instruksikan Pemulihan Pascagempa NTT Tahan Bencana, Kemen PU Distribusikan Air Bersih hingga Pastikan Pembangunan Ulang 1.024 Infrastruktur Penting di Nusa Tenggara Timur

Dody Hanggodo Instruksikan Pemulihan Pascagempa NTT Tahan Bencana, Kemen PU Distribusikan Air Bersih hingga Pastikan Pembangunan Ulang 1.024 Infrastruktur Penting di Nusa Tenggara Timur

PEMULIHAN PASCAGEMPA NTT - Sejumlah peralatan sanitasi dan air bersih didistribusikan kepada warga terdampak gempa NTT. Kementerian PU bergerak cepat memastikan pemulihan infrastruktur pascagempa NTT. Menteri PU Dody Hanggodo memastikan infrastruktur baru lebih kokoh dan tahan risiko bencana. Berikut selengkapnya, Kamis (8/10/2026). OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU/REPRO
PEMULIHAN PASCAGEMPA NTT - Sejumlah peralatan sanitasi dan air bersih didistribusikan kepada warga terdampak gempa NTT. Kementerian PU bergerak cepat memastikan pemulihan infrastruktur pascagempa NTT. Menteri PU Dody Hanggodo memastikan infrastruktur baru lebih kokoh dan tahan risiko bencana. Berikut selengkapnya, Kamis (8/10/2026). OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU/REPRO

MENTERI PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajarannya memastikan pembangunan dan pemulihan infrastruktur pascabencana gempa NTT berlangsung dengan prinsip build back better.

Dengan prinsip itu, menurut Dody Hanggodo semua infrastruktur yang dipulihkan tersebut nantinya akan jadi lebih kokoh hingga lebih tahan terhadap ancaman bencana di masa depan.

“Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa,” ujar Menteri Dody Hanggodo, dalam rilis yang diterima MACI News Kamis (8/10/2026).

Lebih lanjut, Dody Hanggodo juga menyebutkan bahwa pembangunannya, disesuaikan dengan karakteristik alam setempat di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya,” katanya lagi.

Kementerian PU Pulihkan 1.024 Infrastruktur di NTT Pascagempa, Menteri Dody Hanggodo Pastikan Dibangun Lebih Kokoh dan Tahan Bencana

Baca Juga: Kementerian PU Pulihkan 1.024 Infrastruktur di NTT Pascagempa, Menteri Dody Hanggodo Pastikan Dibangun Lebih Kokoh dan Tahan Bencana

Hingga 5 Oktober 2026 kemarin, tercatat Kementerian PU sendiri telah menangani 1.024 infrastruktur penting di Nusa Tenggara Timur yang sebelumnya terdampak gempa NTT Agustus lalu.

Termasuk di antaranya dengan mengerahkan personel dan alat berat untuk memulihkan aksesibilitas serta layanan prasarana vital masyarakat di delapan kabupaten/kota yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Saat ini, infrastruktur-infrastruktur penting dan vital tersebut dipastikan telah 100 persen berfungsi dan beroperasi kembali

Bantu Warga

Selain itu, Kementerian PU juga bergerak membantu sejumlah kebutuhan warga terdampak gempa NTT.

Dody Hanggodo Ungkap Peran Sekolah Rakyat Bangun Generasi Indonesia Emas 2045, Kemen PU Percepat Penyelesaian Pembangunan SR di Sulbar

Termasuk di antaranya dengan mengirimkan bantuan air bersih, hingga perlengkapan dan peralatan sanitasi.

Kementerian PU mendistribusikan sarana dan prasarana untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak tersebut.

Dari total 131 unit sarana dan prasarana tanggap darurat, sebanyak 88 unit telah didistribusikan.

Baca Juga: Pulau Palue NTT Dihantam Kekeringan Parah! Menteri Dody Hanggodo Instruksikan Jajarannya di Kemen PU Kirim Air Bersih Bantu Warga Terdampak

Bantuan tersebut antara lain terdiri atas 15 mobil tangki air, dua mobil vakum tinja, 46 hidran umum, dua toilet portabel.

8 Tersangka Baru KPK dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut yang Harus Diketahui

Termasuk pula di dalamnya 18 velbed, satu biority, tiga tenda, dan satu dump truck.

Perbaiki Fasilitas Pendidikan, Kesehatan hingga Ibadah

Dalam upaya pemulihan infrastruktur terdampak gempa NTT ini, Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap infrastruktur sumber daya air untuk memastikan fungsi layanan tetap berjalan.

Sebanyak dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, dan 15 sumur air baku telah diverifikasi fungsinya.

Selain itu, dua embung, empat pengaman pantai, dan dua infrastruktur sungai turut masuk dalam penanganan dan verifikasi.

Secara keseluruhan, penanganan pada sektor sumber daya air juga telah mencapai 100 persen.

Baca Juga: Dody Hanggodo Nilai Air jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan, Optimalkan Bendungan untuk Suplai ke 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk Jawa Timur

Pada sektor Cipta Karya, penanganan diarahkan untuk menjaga keberlanjutan layanan dasar masyarakat.

Sebanyak 93 SPAM terdampak telah teridentifikasi, dengan 64 di antaranya telah diverifikasi.

Dari 129 bangunan gedung terdampak, sebanyak 86 telah diverifikasi. Sementara itu, dari 10 prasarana sanitasi yang terdampak, enam di antaranya telah diverifikasi.

Untuk sembilan kawasan strategis, penanganan telah mencapai 100 persen.

Sedangkan di sektor prasarana strategis, 651 infrastruktur sejauh ini telah teridentifikasi.

Dengan 644 di antaranya telah diverifikasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 telah melalui proses pembersihan dan 59 lainnya telah mendapat penanganan untuk kerusakan ringan.

Infrastruktur yang terdampak tersebut mencakup 300 fasilitas peribadatan, 112 fasilitas pendidikan, dan 238 fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Dody Hanggodo Ungkap Peran Sekolah Rakyat Bangun Generasi Indonesia Emas 2045, Kemen PU Percepat Penyelesaian Pembangunan SR di Sulbar

Tingkat kerusakan telah diidentifikasi mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat sebagai dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya.

Seluruh penanganan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian PU untuk mempercepat pemulihan pascagempa sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.

Penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan tingkat kerusakan, keberlanjutan fungsi layanan, serta kebutuhan untuk membangun infrastruktur yang lebih aman dan tangguh terhadap risiko bencana. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan