KETERSEDIAAN air menjadi perhatian serius Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo.
Menurut Dody Hanggodo, ketersediaan air yang memadai menjadi hal penting dan bahkan fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Keyakinan itu kemudian dimanifestasikan Dody Hanggodo dalam bentuk sejumlah kebijakan yang bermuara pada terpenuhinya kebutuhan air di masyarakat.
Tak terkecuali di sektor pertanian.
Terbaru, Dody Hanggodo menginstruksikan jajarannya untuk melakukan suplesi air ke sejumlah infrastruktur perairan di Indonesia.
Satu di antaranya di Nganjuk, Jawa Timur.
Baca Juga: Jembatan Kr Tingkeum Bireuen Aceh Diperkuat, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Lebih Tahan Bencana
Di mana Dody Hanggodo menginstruksikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk melakukan suplesi air 1,5 m³ per detik ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening.
Waduk ini, adalah infrastruktur pengairan penting yang melayani sekitar 8.845 hektare lahan pertanian di sekitarnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan air irigasi di tengah penurunan ketersediaan air akibat musim kemarau, khususnya untuk wilayah Kecamatan Rejoso dan sekitarnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan optimalisasi infrastruktur sumber daya air menjadi penting untuk memastikan bendungan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal.
Terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,”
“Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Rabu (7/10/2026)
Suplesi dilakukan dengan menambahkan pasokan dari sumber air yang tersedia ke sistem irigasi yang membutuhkan tambahan debit.
Dalam kondisi ketersediaan air menurun akibat kemarau, Bendungan Semantok menjadi salah satu sumber yang dioptimalkan untuk memperkuat pasokan menuju sistem D.I. Waduk Bening. (*)



Komentar