Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Dody Hanggodo Nilai Air jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan, Optimalkan Bendungan untuk Suplai ke 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk Jawa Timur

Dody Hanggodo Nilai Air jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan, Optimalkan Bendungan untuk Suplai ke 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk Jawa Timur

SUPLESI AIR - Menteri Dody Hanggodo memfokuskan upaya menjaga ketersediaan perairan untuk warga, termasuk pemenuhan air untuk pertanian. Terbaru, Kementerian PU lewat BBWS Brantas melakukan suplesi air di Waduk Bening demi memastikan kebutuhan air untuk pertanian di Nganjuk Jawa Timur terpenuhi. Berikut lengkapnya, Rabu (7/10/2026). OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU / REPRO
SUPLESI AIR - Menteri Dody Hanggodo memfokuskan upaya menjaga ketersediaan perairan untuk warga, termasuk pemenuhan air untuk pertanian. Terbaru, Kementerian PU lewat BBWS Brantas melakukan suplesi air di Waduk Bening demi memastikan kebutuhan air untuk pertanian di Nganjuk Jawa Timur terpenuhi. Berikut lengkapnya, Rabu (7/10/2026). OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU / REPRO

KETERSEDIAAN air menjadi perhatian serius Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo.

Menurut Dody Hanggodo, ketersediaan air yang memadai menjadi hal penting dan bahkan fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Keyakinan itu kemudian dimanifestasikan Dody Hanggodo dalam bentuk sejumlah kebijakan yang bermuara pada terpenuhinya kebutuhan air di masyarakat.

Tak terkecuali di sektor pertanian.

Terbaru, Dody Hanggodo menginstruksikan jajarannya untuk melakukan suplesi air ke sejumlah infrastruktur perairan di Indonesia.

Dody Hanggodo Instruksikan Pemulihan Pascagempa NTT Tahan Bencana, Kemen PU Distribusikan Air Bersih hingga Pastikan Pembangunan Ulang 1.024 Infrastruktur Penting di Nusa Tenggara Timur

Satu di antaranya di Nganjuk, Jawa Timur.

Baca Juga: Jembatan Kr Tingkeum Bireuen Aceh Diperkuat, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Lebih Tahan Bencana

Di mana Dody Hanggodo menginstruksikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk melakukan suplesi air 1,5 m³ per detik ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening.

Waduk ini, adalah infrastruktur pengairan penting yang melayani sekitar 8.845 hektare lahan pertanian di sekitarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan air irigasi di tengah penurunan ketersediaan air akibat musim kemarau, khususnya untuk wilayah Kecamatan Rejoso dan sekitarnya.

Kementerian PU Pulihkan 1.024 Infrastruktur di NTT Pascagempa, Menteri Dody Hanggodo Pastikan Dibangun Lebih Kokoh dan Tahan Bencana

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan optimalisasi infrastruktur sumber daya air menjadi penting untuk memastikan bendungan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal.

Terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca.

Baca Juga: Pulau Palue NTT Dihantam Kekeringan Parah! Menteri Dody Hanggodo Instruksikan Jajarannya di Kemen PU Kirim Air Bersih Bantu Warga Terdampak

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,”

“Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Rabu (7/10/2026)

Dody Hanggodo Ungkap Peran Sekolah Rakyat Bangun Generasi Indonesia Emas 2045, Kemen PU Percepat Penyelesaian Pembangunan SR di Sulbar

Suplesi dilakukan dengan menambahkan pasokan dari sumber air yang tersedia ke sistem irigasi yang membutuhkan tambahan debit.

Dalam kondisi ketersediaan air menurun akibat kemarau, Bendungan Semantok menjadi salah satu sumber yang dioptimalkan untuk memperkuat pasokan menuju sistem D.I. Waduk Bening. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan