Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Kementerian PU Pulihkan 1.024 Infrastruktur di NTT Pascagempa, Menteri Dody Hanggodo Pastikan Dibangun Lebih Kokoh dan Tahan Bencana

Kementerian PU Pulihkan 1.024 Infrastruktur di NTT Pascagempa, Menteri Dody Hanggodo Pastikan Dibangun Lebih Kokoh dan Tahan Bencana

PEMULIHAN PASCABENCANA - Kementerian PU sudah merampungkan pemulihan infrastruktur strategis di Nusa Tenggara Timur usai hantaman gempa NTT yang menerjang pada Agustus 2026 lalu. Menteri PU Dody Hanggodo memastikan infrastruktur yang baru, lebih kokoh dan dibangun tahan gempa. OFFICIAL INSTAGRAM BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU/REPRO
PEMULIHAN PASCABENCANA - Kementerian PU sudah merampungkan pemulihan infrastruktur strategis di Nusa Tenggara Timur usai hantaman gempa NTT yang menerjang pada Agustus 2026 lalu. Menteri PU Dody Hanggodo memastikan infrastruktur yang baru, lebih kokoh dan dibangun tahan gempa. OFFICIAL INSTAGRAM BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU/REPRO

SEDIKITNYA 1.024 infrastruktur penting di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) pasca bencana gempa yang menghantam wilayah timur Indonesia tersebut.

Dalam upaya pemulihan infrastruktur pascagempa bumi di NTT tersebut, Kementerian PU berfokus pada beberapa sektor.

Mulai dari infrastruktur penunjang konektivitas, layanan sumber daya air, hingga sarana dan prasarana dasar masyarakat.

Kementerian PU bergerak cepat agar infrastruktur-infrastruktur penting tersebut dapat kembali berfungsi sebagaimana semula.

Hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 1.024 infrastruktur terdampak telah ditangani di delapan kabupaten/kota, dengan pemulihan jaringan jalan dan jembatan serta infrastruktur sumber daya air telah mencapai 100 persen, sementara penanganan layanan dasar dan prasarana strategis lainnya masih terus dilanjutkan.

Dody Hanggodo Instruksikan Pemulihan Pascagempa NTT Tahan Bencana, Kemen PU Distribusikan Air Bersih hingga Pastikan Pembangunan Ulang 1.024 Infrastruktur Penting di Nusa Tenggara Timur

Terkait langkah ini, Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, pihaknya bekerja dengan upaya secara cepat, tepat.

Baca Juga: Dody Hanggodo Ungkap Peran Sekolah Rakyat Bangun Generasi Indonesia Emas 2045, Kemen PU Percepat Penyelesaian Pembangunan SR di Sulbar

Dan dijalankan sesuai dengan prinsip build back better.

Yakni prinsip membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tahan terhadap risiko bencana.

“Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa,”

Dody Hanggodo Ungkap Peran Sekolah Rakyat Bangun Generasi Indonesia Emas 2045, Kemen PU Percepat Penyelesaian Pembangunan SR di Sulbar

“Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya,” ujar Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Kamis (8/10/2026)

Infrastruktur Sumber Daya Air hingga Jaringan Jalan dan Jembatan 100 Persen

Dalam prosesnya, upaya besar-besaran dikerahkan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum agar infrastruktur penting di Nusa Tenggara Timur tersebut bisa beroperasi dan berfungsi kembali seperti semula.

Di sektor konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga telah memastikan 20 ruas jalan terdampak tetap fungsional.

Sebelumnya, hantaman gempa NTT membuat ruas-ruas jalan di NTT mengalami kerusakan super parah.

Termasuk di antaranya di 89 titik yang terkena longsor, lima titik lainnya mengalami patahan.

8 Tersangka Baru KPK dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut yang Harus Diketahui

Selain itu, 14 jembatan terdampak.

Setelah upaya berkelanjutan, infrastruktur jalan hingga jembatan yang rusak akibat gempa NTT itu bisa kembali dipulihkan!

Baca Juga: Dody Hanggodo Nilai Air jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan, Optimalkan Bendungan untuk Suplai ke 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk Jawa Timur

Di mana penanganan jaringan jalan dan jembatan tersebut kini telah mencapai 100 persen.

Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap infrastruktur sumber daya air untuk memastikan fungsi layanan tetap berjalan.

Sebanyak dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, dan 15 sumur air baku telah diverifikasi fungsinya.

Selain itu, dua embung, empat pengaman pantai, dan dua infrastruktur sungai turut masuk dalam penanganan dan verifikasi. Secara keseluruhan, penanganan pada sektor sumber daya air juga telah mencapai 100 persen. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan