SEKOLAH Rakyat menjadi instrumen penting dalam upaya mengejar pembangunan Sumber Daya Manusia menuju generasi Indonesia Emas 2045.
Demi mencapai hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mengejar percepatan penyelesaian Sekolah Rakyat (SR) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Satu di antaranya di Sulawesi Barat (Sulbar).
Di mana nantinya pada kawasan sekolah berasrama tersebut, akan menjadi infrastruktur pendidikan berskala besar di Sulbar.
Yang digadang-gadang mampu menampung total hingga 1.680 siswa.
Terkait upaya ini, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa satu di antara aspek penting didirikannya Sekolah Rakyat adalah sebagai upaya pemerintah untuk program utama mengentaskan kemiskinan.
“Sekolah rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan,”
“Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera,”
“Sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” kata Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Kamis (8/10/2026).
Adapun di Sulbar sendiri, kawasan pembangunan Sekolah Rakyat tersebar di Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar.
Pengerjaannya dijalankan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca Juga: Jembatan Kr Tingkeum Bireuen Aceh Diperkuat, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Lebih Tahan Bencana
Dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai penyedia jasa.
Memiliki luas lahan sebesar 8,03 hektare dan luas bangunan mencapai 40.958 m3, Sekolah Rakyat Mamuju menjadi lokasi dengan kapasitas terbesar, yakni 1.260 siswa.
Sementara Sekolah Rakyat di Polewali Mandar dirancang untuk menampung 420 siswa dengan luas lahan 6,5 hektare dan luas bangunan 8.749 m3.
Yang menarik, pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya berfokus pada ruang belajar. Di Mamuju, kawasan sekolah dilengkapi gedung SD, SMP dan SMA.
Selain itu tersedia delapan asrama siswa, terdiri dari empat asrama putra dan empat asrama putri.
Fasilitas pendukung lainnya juga cukup lengkap.
Mulai dari rumah susun guru, guest house, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, kantin untuk jenjang SD, SMP dan SMA, hingga dapur atau kitchen lab.
Kawasan tersebut juga dilengkapi rumah genset atau power house, GWT, tempat pembuangan sementara, gudang perawatan, pos keamanan, lapangan upacara dan dua lapangan basket.
Konsep serupa juga diterapkan di Polewali Mandar.
Di lokasi ini dibangun gedung SD, tiga asrama siswa, rumah susun guru, guest house, masjid, kantin, dapur atau kitchen lab, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya, termasuk dua lapangan basket. (*)



Komentar