Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Purbaya Dicopot: Fithra Bandingkan dengan Mbappe, Bukan karena Kinerja?

Purbaya Dicopot: Fithra Bandingkan dengan Mbappe, Bukan karena Kinerja?

Purbaya Dicopot: Fithra Bandingkan dengan Mbappe, Bukan karena Kinerja?

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari posisinya sebagai Menteri Keuangan menarik perhatian banyak kalangan. Berbagai spekulasi muncul, salah satunya mengaitkan pergantian ini dengan kinerja Purbaya yang dianggap tidak memenuhi harapan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Fithra Faisal, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa perubahan ini tidak disebabkan oleh kegagalan dalam mencapai target ekonomi atau masalah kinerja Purbaya.

Fithra bahkan memberikan sebuah analogi yang menarik dengan membandingkan Purbaya dengan seorang pemain bintang dalam sepak bola. Ia menggambarkan situasi Purbaya sebagai seorang pemain yang dicadangkan setelah berhasil mencetak gol.

Pernyataan ini disampaikan oleh Fithra saat menjadi narasumber dalam program Interupsi di iNews pada 17 September 2026. Ia menggambarkan skenario di mana seorang pemain bintang seperti Kylian Mbappe yang mencetak dua gol, tiba-tiba dipanggil pelatih untuk diganti.

“Bayangkan dalam sebuah pertandingan sepak bola, Kylian Mbappe mencetak dua gol, dan ketika dia sedang merayakan gol, tiba-tiba (pelatih) Mourinho langsung memanggilnya untuk melakukan pergantian pemain,” ungkap Fithra.

Peluang Kolaborasi Gerindra dan PDI-P di 2029: Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan

Fithra menilai bahwa situasi tersebut mencerminkan kondisi Purbaya yang kini harus meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan, meskipun ia telah berkontribusi dengan baik. “Itu yang juga terjadi dengan Pak Purbaya, tidak ada masalah. Beliau adalah pencetak gol ulung,” tambahnya.

Untuk memperkuat pendapatnya, Fithra menyajikan beberapa indikator ekonomi selama masa jabatan Purbaya. Ia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal I 2026 dan 5,29 persen pada kuartal II 2026.

Dengan pencapaian tersebut, pertumbuhan ekonomi untuk semester I 2026 rata-rata berada di angka 5,45 persen. Fithra juga membandingkan angka ini dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional selama periode 2014-2024 dengan pengecualian periode pandemi, yang tercatat sekitar 5,07 persen.

Data pertumbuhan kuartal I dan II tahun 2026 juga disampaikan oleh Purbaya setelah serah terima jabatan, di mana ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi selama masa jabatannya telah stabil di atas 5 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, Fithra juga menyoroti kondisi fiskal sebagai indikator penting. Berdasarkan laporan semester I APBN, pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.459 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 21,4 persen yoy.

Fakta Eva Stevany Rataba: Masuk Desil 4 dan Menerima Bansos PKH?

Sementara itu, belanja negara berada di angka Rp1.656 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 17,8 persen yoy. Fithra berpendapat bahwa angka-angka ini menunjukkan bahwa penggantian Menteri Keuangan tidak bisa langsung dianggap sebagai hasil dari kegagalan dalam melaksanakan kebijakan ekonomi.

Fithra menjelaskan bahwa pergantian menteri dalam masa pemerintahan sering kali terkait dengan strategi kabinet yang diperlukan. Menurutnya, Presiden sebagai pemimpin kabinet memiliki kewenangan untuk menentukan susunan tim pemerintah sesuai dengan kebutuhan yang ada.

“Kita harus melihat bagaimana kebutuhan tim. Itu adalah hak prerogatif Presiden dalam konteks kabinet,” jelas Fithra. Ia menambahkan bahwa perubahan dalam komposisi kabinet dapat dilakukan untuk menyesuaikan strategi pemerintahan agar kebijakan yang ada tetap berjalan sesuai dengan arah yang telah ditetapkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan