Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Pelajar Bekasi: Jadilah Penggerak Perubahan, Bukan Hanya Pengguna Teknologi

Pelajar Bekasi: Jadilah Penggerak Perubahan, Bukan Hanya Pengguna Teknologi

Pelajar Bekasi: Jadilah Penggerak Perubahan, Bukan Hanya Pengguna Teknologi

Perkembangan teknologi saat ini menuntut generasi muda untuk mampu menggunakannya dengan bijak dan efektif. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengguna, tetapi juga harus bisa memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Poin tersebut diungkapkan dalam sebuah lomba yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat, di mana salah satu peserta, Habibah Skararum, siswa kelas XII dari SMK Farmasi Bintang Harapan, mengemukakan pandangannya mengenai pentingnya digitalisasi dan inovasi untuk kemajuan bangsa.

Habibah memulai pidatonya dengan mengajak audiens untuk merefleksikan peran smartphone, perangkat yang hampir selalu tampak di tangan masyarakat saat ini. Ia menekankan bahwa alat ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari belajar dan bekerja hingga berjualan dan menyebarkan informasi.

Namun, dia mempertanyakan, apakah generasi muda hanya akan menjadi pengguna pasif, ataukah mereka bisa menjadi penggerak perubahan melalui teknologi. “Kita hidup di zaman ketika teknologi berkembang sangat cepat. Hampir setiap aktivitas dalam kehidupan kita telah terhubung dengan dunia digital,” ungkapnya.

Habibah juga mencatat bahwa perkembangan akses internet menunjukkan kedekatan teknologi dengan masyarakat. Meskipun demikian, dia berpendapat bahwa akses terhadap teknologi tidak selalu berarti bahwa masyarakat mampu menggunakannya dengan bijak. “Apa gunanya internet jika digunakan untuk menyebarkan berita kebohongan? Dan apa gunanya teknologi yang canggih jika belum mampu memberikan manfaat bagi masyarakat?” katanya, menekankan perlunya kesadaran dalam penggunaan teknologi.

Pelajar Banyuasin: Manfaatkan Digitalisasi untuk Kemajuan dan Inovasi

Dia berargumen bahwa masih banyak upaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Dalam pandangan Habibah, dunia digital seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk belajar, bekerja, dan menciptakan kebaikan bagi masyarakat.

Habibah menyoroti pentingnya inovasi, yang tidak harus selalu berkaitan dengan teknologi canggih. Inovasi bisa dimulai dari keberanian untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi. Dia memberikan contoh penggunaan teknologi untuk memperluas pemasaran produk lokal yang masih kurang dikenal. Dengan teknologi, produk bisa diperkenalkan dan dipromosikan kepada pasar yang lebih luas.

Bagi siswa, teknologi juga membuka akses ke sumber belajar dan pengetahuan yang lebih bervariasi. “Semua sangat sederhana, tetapi sangat berdampak,” ujarnya, menyiratkan bahwa langkah kecil dapat menghasilkan perubahan besar.

Habibah kemudian mengajak generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam perubahan ini. Dia menawarkan tiga langkah yang bisa dilakukan, yaitu literasi digital, berkarya, dan membantu masyarakat. Pertama, generasi muda perlu mengembangkan literasi digital, yang mencakup kemampuan untuk memeriksa informasi yang diterima, menjaga etika, dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi.

Kedua, dia mendorong anak muda untuk berkarya. Media sosial seharusnya tidak hanya digunakan untuk menampilkan apa yang dimiliki, tetapi juga untuk menunjukkan apa yang mampu diciptakan. Dengan cara ini, generasi muda bisa berkontribusi positif dan menginspirasi orang lain.

Prof Anna Mariana Lapor Kader Golkar MA dan AW ke Polda Metro Jaya Melalui Kuasa Hukumnya

Melalui langkah-langkah tersebut, Habibah berharap generasi muda bisa menjadi agen perubahan yang memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan lebih cerdas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan