Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA kini berada di tengah sorotan yang meningkat seiring dengan penolakan yang semakin kuat dari berbagai konfederasi sepak bola. Munculnya ketidakpuasan ini memicu pembicaraan mengenai beberapa nama yang dianggap berpotensi untuk menjadi pengganti Infantino dalam pemilihan mendatang, yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Dalam pemilihan tersebut, calon presiden diharuskan untuk meraih minimal 106 suara agar bisa dinyatakan sebagai pemenang. Tekanan terhadap Infantino semakin menonjol setelah konfederasi-konfederasi besar seperti UEFA, CONCACAF, dan AFC mulai menunjukkan sikap kritis terhadap kepemimpinannya. Sebagai hasilnya, beberapa skenario pun berkembang, termasuk kemungkinan Infantino untuk mundur sebelum masa jabatannya berakhir atau berkurangnya dukungan terhadap pencalonannya dalam kongres pemilihan.
Berdasarkan perkembangan ini, beberapa nama mulai dibahas sebagai kandidat alternatif. Berikut adalah lima tokoh yang dianggap memiliki peluang untuk menggantikan Infantino.
Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, yang saat ini menjabat sebagai Presiden AFC, juga merupakan salah satu pimpinan FIFA. Meningkatnya kritik dari AFC terhadap Infantino membuat namanya mulai dipertimbangkan sebagai kandidat potensial. Posisi sebagai Wakil Presiden Senior Dewan FIFA yang dipegangnya memberikan modal penting jika ia memutuskan untuk maju dalam pemilihan mendatang.
Victor Montagliani, Presiden CONCACAF, juga ada dalam daftar nama kandidat yang mungkin menggantikan Infantino. Dikenal sebagai tokoh yang sering berseberangan dengan Infantino, Montagliani didukung oleh sejumlah anggota CONCACAF, dan saat ini dilaporkan sedang melakukan penjajakan terkait kemungkinan pencalonannya sebagai Presiden FIFA.
Aleksander Ceferin, Presiden UEFA, adalah nama lain yang dianggap memiliki kapasitas untuk memimpin FIFA. UEFA selama ini dikenal sebagai konfederasi yang kritis terhadap berbagai kebijakan yang diterapkan oleh Infantino. Dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan sepak bola Eropa, Ceferin memiliki jaringan dan pengaruh yang cukup kuat dalam dunia sepak bola.
Nasser Al Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain, juga menjadi salah satu nama yang muncul dalam bursa calon Presiden FIFA. Dengan pengalaman yang luas di industri sepak bola internasional, Al Khelaifi memiliki jaringan bisnis yang solid serta kapasitas finansial yang dapat menjadi keuntungan dalam persaingan politik di FIFA. Keterlibatannya dalam berbagai aspek sepak bola global memberikan daya tarik tersendiri sebagai kandidat.
Dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, keempat tokoh ini berpotensi untuk menjadi alternatif bagi Gianni Infantino jika situasi terus berubah menjelang pemilihan yang akan datang. Masing-masing dari mereka memiliki keunggulan tersendiri yang bisa menjadi modal dalam perjalanan menuju kursi kepemimpinan FIFA. Masyarakat sepak bola dan pengamat industri tentu akan terus memantau perkembangan ini dengan penuh antusiasme.



Komentar