Banjir lahar Gunung Semeru menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan perbaikan tanggul dan membuka kembali akses warga di beberapa wilayah terdampak.
Penanganan dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas di sejumlah titik yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali, DAS Glidik, dan DAS Mujur.
Personel serta alat berat dikerahkan untuk menangani kerusakan sesuai kondisi di lapangan.
Di Dusun Sumbersari, Kecamatan Pronojiwo, yang berada di kawasan DAS Rejali, petugas melakukan pembenahan tanggul sepanjang 35 meter dengan tinggi 3 meter.
Selain itu, akses masuk alat berat jenis excavator turut ditinggikan sekitar 0,5 meter sepanjang 15 meter dan lebar 3 meter.
Penanganan juga dilakukan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Di lokasi ini, BBWS Brantas telah menyelesaikan pembangunan tanggul darurat sepanjang 40 meter dengan tinggi 3 meter.
Sementara itu, di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, kawasan DAS Glidik, pekerjaan meliputi pembangunan tanggul darurat sekaligus pengalihan alur sungai sepanjang 600 meter.
Petugas juga memperbaiki jalan darurat warga yang sebelumnya terputus sepanjang 150 meter.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan keselamatan masyarakat dan pemulihan wilayah terdampak menjadi prioritas dalam penanganan bencana tersebut.
Perbaikan tanggul dan akses jalan dilakukan untuk mengurangi risiko dampak lanjutan banjir lahar serta membantu memulihkan mobilitas masyarakat agar aktivitas warga dapat kembali berjalan.
Di tengah penanganan tersebut, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.



Komentar