Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih mengalami kelelahan akibat tugas pemerintahan yang mereka jalankan. Beberapa dari mereka bahkan terpaksa dirawat di rumah sakit, pingsan, hingga menjalani operasi akibat beban kerja yang berat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI pada tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintahannya telah mengimplementasikan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan, atau tepatnya 663 hari. Kebijakan-kebijakan tersebut bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” tegas Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa beberapa isu yang ditangani pemerintah merupakan masalah yang telah ada selama puluhan tahun. Dengan demikian, jumlah kebijakan yang diambil menunjukkan komitmen pemerintah, di mana rata-rata satu kebijakan transformatif dihasilkan setiap lima hari.
Presiden Prabowo mengaitkan capaian tersebut dengan kerja keras para menteri dan stafnya di pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa beban kerja yang cukup berat telah berdampak pada kondisi fisik beberapa menteri.
“Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapean,” jelas Prabowo.
Menanggapi situasi tersebut, Presiden berjanji akan memberikan lebih banyak waktu istirahat kepada para menterinya selama sisa masa jabatannya. Menurutnya, penting untuk menjaga kesehatan para pejabat yang melaksanakan tugas pemerintahan.
“Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka,” imbuh Prabowo.
Dalam acara yang sama, Prabowo menegaskan kembali empat pedoman yang menjadi dasar kerja bagi Kabinet Merah Putih. Pedoman ini dianggap penting untuk mencapai tujuan dan kinerja yang lebih baik dalam pemerintahan.
Pedoman pertama adalah bahwa pemerintah harus berupaya menjaga dan melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menjadi landasan hukum bagi setiap kebijakan dan tindakan pemerintah.
Pedoman kedua, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengimplementasikan kebijakan yang pro-rakyat. Hal ini penting agar setiap keputusan yang diambil dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Selanjutnya, pedoman ketiga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap aspek pemerintahan. Dengan adanya transparansi, masyarakat dapat lebih memahami dan mengawasi kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah.
Terakhir, pedoman keempat adalah tentang kolaborasi dan sinergi antara berbagai kementerian serta lembaga pemerintah. Kerja sama yang baik di antara mereka diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan efisien dalam menyelesaikan masalah negara.
Melalui penegasan ini, Prabowo berharap agar semua menteri dan jajaran pemerintah dapat bekerja dengan semangat yang tinggi, sekaligus menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka demi kelancaran tugas pemerintahan.



Komentar