Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Profil Kristomei Sianturi: Kepala BNPB Baru Pengganti Suharyanto dengan Karier Militer dan Pangkat Bintang 3

Profil Kristomei Sianturi: Kepala BNPB Baru Pengganti Suharyanto dengan Karier Militer dan Pangkat Bintang 3

Profil Kristomei Sianturi: Kepala BNPB Baru Pengganti Suharyanto dengan Karier Militer dan Pangkat Bintang 3

Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi kini resmi mengemban tugas sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kristomei mengambil alih posisi ini dari Letjen TNI Suharyanto dan membawa segudang pengalaman di berbagai bidang, termasuk operasional, penerangan, pendidikan militer, dan kepemimpinan di komando daerah militer.

Pengangkatan Kristomei tertera dalam Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2026, yang menyatakan pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNPB. Dalam prosesi pelantikan, ia melaksanakan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.

Peran baru Kristomei di BNPB menandai fase penting dalam kariernya di TNI. Sebelum menjabat sebagai Kepala BNPB, ia pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten yang mencakup wilayah Lampung dan Bengkulu.

Dengan pangkat Letnan Jenderal TNI, Kristomei Sianturi tergolong sebagai perwira tinggi dengan tiga bintang, yang merupakan satu tingkat di bawah Jenderal TNI yang memiliki empat bintang. Pangkat tersebut mencerminkan kredibilitasnya sebagai perwira yang diamanahi berbagai jabatan strategis di tubuh TNI.

Penting untuk dicatat bahwa pangkat dan jabatan adalah dua hal yang berbeda; pangkat mencerminkan tingkat dalam hierarki militer, sementara jabatan menunjukkan tanggung jawab yang diemban. Saat ini, Kristomei memimpin BNPB, yang memiliki tugas utama dalam mengoordinasikan penanggulangan bencana di tingkat nasional. Tanggung jawab ini mencakup koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta semua unsur terkait dalam hal kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.

Profil Sheyreen Callista: Alumni SMA Taruna Nusantara TN34 yang Menjadi Wakil I Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2026 dengan Rekam Jejak Prestasi Sejak SD

Kristomei Sianturi memiliki pengalaman yang luas sebelum mencapai jabatan puncak di tingkat pusat. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Perwira Pembantu IV/Opsdagri Sops TNI, Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan, Komandan Resimen Induk Kodam Iskandar Muda, dan Kepala Penerangan Kodam Jaya.

Pengalamannya di bidang penerangan Angkatan Darat semakin meningkat saat ia diangkat sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) pada 31 Oktober 2023, menggantikan Brigjen TNI Hamim Tohari dalam serah terima jabatan yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat saat itu, Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Pada 26 Agustus 2024, Kristomei dipercaya menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer, dan selanjutnya ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Akademi Militer.

Pada 11 April 2025, Kristomei diangkat menjadi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI di Markas Besar TNI. Dalam perannya ini, ia bertanggung jawab dalam hal komunikasi dan penerangan di lingkungan TNI.

Kariernya terus berlanjut ketika ia ditunjuk sebagai Pangdam XXI/Radin Inten, yang wilayah tugasnya meliputi Provinsi Lampung dan Bengkulu. Pengalaman dalam pengelolaan operasi dan teritorial, diiringi dengan kemampuan di bidang komunikasi militer, memperkaya rekam jejaknya. Dengan penunjukan sebagai Kepala BNPB, ia kini memiliki tanggung jawab baru yang lebih luas, yaitu memimpin koordinasi penanggulangan bencana di tingkat nasional.

PDIP dan PSI Terancam Memanas, Eks Kader Achmad Hidayat Siap Dukung Partai Gajah di Surabaya

Di posisi baru ini, Kristomei dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk mengkoordinasikan penanganan bencana secara efektif. Dengan tugas yang mencakup penguatan kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana, tantangan yang dihadapi sangat kompleks dan memerlukan kerjasama lintas sektoral. Keberhasilan dalam peran ini sangat bergantung pada kemampuannya untuk memfasilitasi komunikasi dan kerja sama antarlembaga demi respon yang cepat dan efisien terhadap berbagai bencana yang mungkin terjadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan