Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan atas pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), yang kini telah menjangkau seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Pembentukan lembaga ini dianggap sangat penting dalam usaha untuk memperluas akses keuangan dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 pada tanggal 22 Oktober 2026. Acara ini mengusung tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia”, yang menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat melalui akses keuangan yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan bahwa pembentukan TPAKD di berbagai daerah merupakan pencapaian penting yang perlu mendapatkan apresiasi. “Ini suatu pencapaian kelembagaan yang perlu kita hargai dan kita banggakan,” ujarnya, menekankan betapa signifikan peran lembaga ini dalam konteks pembangunan ekonomi di Indonesia.
Presiden juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada beberapa pihak yang berkontribusi dalam usaha memperluas akses keuangan bagi masyarakat. Di antara mereka adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, dan Bank Indonesia, yang semuanya berperan penting dalam inisiatif ini.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat 552 TPAKD yang tersebar di seluruh Indonesia. “Saat ini kita sudah memiliki 552 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia,” kata Friderica, menunjukkan betapa luasnya jangkauan lembaga ini.
Menurut Friderica, keberadaan TPAKD sangat mendukung agenda pembangunan pemerintah dalam hal pemerataan ekonomi, yang berfokus pada pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya TPAKD, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan akan semakin meningkat, yang pada gilirannya dapat membantu mereka untuk keluar dari jeratan kemiskinan.
Pembentukan dan pengembangan TPAKD merupakan strategi jangka panjang yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif. Melalui TPAKD, diharapkan semua lapisan masyarakat, terutama yang berada di daerah terpencil, dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan keuangan, termasuk pinjaman, tabungan, dan asuransi.
Pentingnya akses keuangan ini tidak dapat dipandang sebelah mata, mengingat bahwa keuangan yang baik memungkinkan individu dan keluarga untuk merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mengembangkan potensi ekonomi mereka. Dengan cara ini, TPAKD bukan hanya berfungsi sebagai lembaga administratif, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Dengan terus didorongnya TPAKD dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Indonesia bisa mencapai pemerataan ekonomi yang lebih baik, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidupnya melalui akses keuangan yang lebih luas.



Komentar