Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Polisi Ungkap Misteri POD Getar dalam Insiden Lakalantas Sekretaris PSI Kalbar, Ternyata Positif Etomidate

Polisi Ungkap Misteri POD Getar dalam Insiden Lakalantas Sekretaris PSI Kalbar, Ternyata Positif Etomidate

Polisi Ungkap Misteri POD Getar dalam Insiden Lakalantas Sekretaris PSI Kalbar, Ternyata Positif Etomidate

Misteri seputar keberadaan POD Getar atau KPOD dalam insiden kecelakaan lalu lintas Sekretaris PSI Kalbar akhirnya perlahan mulai terungkap!

Pihak kepolisian baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa KPOD yang terkait dengan kecelakaan yang melibatkan Sekretaris PSI Kalbar, Eddo Susanto, ternyata mengandung zat berbahaya, yaitu Etomidate.

Insiden tersebut terjadi pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, saat Eddo Susanto, yang menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Kalimantan Barat, mengalami kecelakaan saat mengendarai mobil mewah Toyota Alphard. Mobilnya menabrak seorang pengendara sepeda motor di Jalan Sultan Abdurrahman.

Akibat dari kecelakaan tersebut, dua orang pengendara sepeda motor mengalami luka dan cedera. Kecelakaan ini menarik perhatian publik, terutama karena di lokasi kejadian berhasil ditemukan sebuah perangkat POD Getar atau KPOD.

POD Getar merupakan sebuah alat rokok elektrik yang kini tengah populer, namun sering dimodifikasi untuk dicampurkan dengan berbagai jenis zat narkotika atau obat keras yang berbahaya. Di antara kombinasi zat yang biasa digunakan adalah ketamin, kanabis sintetis, serta obat bius medis seperti etomidat.

Makna Aksi Potong Babi dalam Demonstrasi DPRD Kalbar dan 7 Tuntutan Aliansi

Setelah kejadian itu, KPOD yang ditemukan menjadi objek penyelidikan pihak kepolisian. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa perangkat tersebut positif mengandung Etomidate. Zat ini dikenal sebagai anestesi intravena yang biasanya diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah.

Etomidate sendiri merupakan obat yang digunakan secara medis, tetapi penggunaannya harus sangat hati-hati mengingat potensi penyalahgunaannya. Dalam konteks kecelakaan ini, keberadaan zat tersebut pada perangkat POD Getar menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya terhadap keselamatan pengendara dan masyarakat di sekitar.

Penyelidikan mengenai insiden ini belum sepenuhnya selesai. Dengan adanya KPOD yang positif mengandung Etomidate, pihak kepolisian harus mendalami lebih lanjut mengenai bagaimana zat tersebut bisa ada pada saat Eddo Susanto mengemudikan kendaraan. Hal ini penting untuk memahami lebih jauh mengenai pengaruhnya terhadap kecelakaan yang terjadi.

Sebagai langkah selanjutnya, pihak berwenang juga diharapkan dapat melakukan tindakan yang diperlukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Masyarakat sangat berharap agar kasus ini diusut tuntas dan pelanggaran hukum yang terjadi dapat diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Keberadaan POD Getar dalam konteks ini tidak hanya mengungkap sisi gelap dari penyalahgunaan zat terlarang, namun juga menyoroti perlunya kesadaran bersama akan bahaya penggunaan bahan-bahan tersebut saat berkendara. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab semua pihak, dan dengan adanya kejadian ini, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta kepatuhan terhadap hukum.

Daftar 5 Kodam Baru di Indonesia 2026: Yogyakarta, NTT, dan Papua Masuk Jajaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan