Pemerintah menyiapkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) untuk memperluas akses listrik, terutama ke desa-desa yang hingga kini belum mendapatkan layanan kelistrikan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa program ini akan difokuskan pada daerah-daerah yang masih mengalami kesulitan dalam memperoleh akses listrik. Dengan inisiatif ini, pemerintah menargetkan pemerataan listrik hingga ke tingkat desa.
“Daerah-daerah, desa-desa yang selama ini belum ada listrik, kami akan menembus program 100 GW,” ungkap Bahlil saat acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp.
Beliau menambahkan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperluas akses energi bagi masyarakat secara merata.
Bahlil menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar setiap desa bisa mendapatkan pembangkit listrik dengan kapasitas sekitar 1 megawatt (MW).
Diharapkan, program ini tidak hanya akan meningkatkan akses listrik untuk rumah tangga, tetapi juga dapat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat di desa-desa tersebut.
Contoh yang diberikan Bahlil adalah sebuah desa di Sumatera yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik. Setelah program ini berjalan, desa tersebut kini telah memperoleh daya sebesar 1 MW.
“Dulunya desa itu tidak ada listrik sama sekali, sekarang sudah dilakukan 1 MW,” jelas Bahlil.
Dia menegaskan bahwa kehadiran listrik berpengaruh langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu sektor yang mendapatkan manfaat adalah sektor perikanan.
Dengan adanya listrik, warga dapat memanfaatkan fasilitas penyimpanan hasil perikanan. Hal ini membuat produk bisa disimpan lebih baik dan kegiatan usaha dapat berjalan dengan lebih optimal.
“Mereka sudah bisa bikin gudang. Perikanan mereka sudah jalan. Masyarakat mereka juga akan mendapatkan listrik,” kata Bahlil.
Program PLTS 100 GWp secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Monumen Operasi Gilimanuk.
Peluncuran ini terhubung secara virtual dengan tiga lokasi lainnya, yaitu PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri, PLTS Desa Sembur di Batam, dan PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.
Salah satu proyek yang termasuk dalam program ini adalah PLTS dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) yang berlokasi di Monumen Operasi Gilimanuk.



Komentar