Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah melakukan akselerasi dalam mengevaluasi keandalan struktur bangunan pascagempa di Nusa Tenggara Timur. Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah fasilitas kesehatan yang berperan krusial dalam memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Di salah satu wilayah, Tim Asesmen Keandalan Gedung dari Ditjen Cipta Karya telah melakukan evaluasi terhadap 30 gedung di Rumah Sakit Umum Daerah. Dari hasil pemeriksaan, 28 bangunan telah dinyatakan dalam kategori Hijau, yang artinya dapat digunakan kembali, sementara dua lainnya masuk dalam kategori Kuning, yang berarti penggunaannya terbatas.
Hasil dari asesmen ini memberikan kepastian bagi petugas kesehatan, pasien, dan juga keluarga pasien terkait kondisi bangunan yang sudah bisa dimanfaatkan kembali. Bupati setempat telah menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut langsung kepada tenaga kesehatan serta pasien dan keluarga mereka sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan layanan kesehatan secara bertahap di fasilitas yang telah dinyatakan aman.
Pemeriksaan juga dilakukan di rumah sakit lain di daerah tersebut. Seluruh gedung di RSUD T.C. Hillers dinyatakan dalam kategori Hijau, yang menandakan bahwa fasilitas tersebut aman untuk digunakan kembali.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengemukakan bahwa kepastian tentang kondisi bangunan fasilitas kesehatan adalah salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan pascagempa. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus tetap berjalan sambil memprioritaskan keselamatan masyarakat dan tenaga medis.
“Dalam penanganan pascabencana, kita tidak hanya mengejar kecepatan pemulihan, tetapi juga memastikan bahwa bangunan yang kembali digunakan sudah melalui pemeriksaan yang menyeluruh. Fasilitas kesehatan harus mampu kembali melayani masyarakat dengan aman dan nyaman,” ungkap Menteri Dody.
Hasil pemeriksaan di dua lokasi menunjukkan bahwa kondisi setiap bangunan tidak seragam, termasuk dalam hal tingkat pemanfaatannya. Oleh karena itu, asesmen dilakukan dengan cermat pada setiap bangunan untuk menentukan tingkat penggunaan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Tidak hanya fasilitas kesehatan, Tim Asesmen Keandalan Gedung juga memeriksa gedung-gedung pemerintahan. Dua kantor Bupati di satu daerah dinyatakan dalam kategori Hijau, sementara tiga gedung kantor Bupati di daerah lain masuk dalam kategori Kuning.
Perbedaan dalam hasil asesmen ini menegaskan pentingnya pemeriksaan keandalan bangunan sebagai dasar untuk mengambil keputusan terkait pemanfaatan struktur bangunan setelah terjadi gempa. Bangunan yang tergolong dalam kategori Hijau bisa digunakan kembali, sedangkan bangunan di kategori Kuning masih bisa dimanfaatkan tetapi dengan batasan yang sesuai rekomendasi teknis.
Kementerian Pekerjaan Umum terus mengutamakan asesmen terhadap bangunan yang memiliki peranan vital bagi masyarakat, terutama fasilitas kesehatan. Langkah ini bertujuan tidak hanya untuk memulihkan kondisi fisik bangunan, tetapi juga untuk mempercepat kembalinya fungsi pelayanan dasar kepada masyarakat.
Dengan hasil asesmen yang telah dilakukan, fasilitas kesehatan di berbagai daerah memiliki landasan teknis untuk secara bertahap melanjutkan aktivitas pelayanan pada bangunan yang telah dinyatakan aman untuk digunakan. Di sisi lain, bangunan yang masuk dalam kategori penggunaan terbatas tetap harus mematuhi pembatasan berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi teknis yang ada.



Komentar