KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (Kemen PU) yang dipimpin Dody Hanggodo resmi merampungkan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi.
Langkah itu, menurut Menteri PU Dody Hanggodo adalah bukti nyata dukungan dan kepedulian pemerintah terhadap rakyat.
Terutama dalam mendukung perekonomian rakyat.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah pusat harus hadir mendukung penguatan ekonomi daerah,”
“Salah satunya dengan menghidupkan kembali pasar,” ujar Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Jumat (2/10/2026).
Ada alasan kuat menurutnya kenapa Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian terhadap aspek yang mendukung perekonomian kerakyatan.
Satu di antaranya, lantaran fasilitas semacam pasar induk ini, adalah termasuk urat nadi perekonomian kerakyatan.
“Karena pasar ini jelas merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” timpalnya lagi.
Lebih lanjut, Dody Hanggodo juga membeberkan, dalam revitalisasi kali ini, pihaknya menghadirkan fasilitas perdagangan yang lebih tertata dan modern.
Sehingga diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan dan pariwisata Banyuwangi.
Adapun Program revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi ini, dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Pasar Induk Banyuwangi merupakan salah satu pusat aktivitas perdagangan yang berada di kawasan strategis perkotaan, berdekatan dengan sejumlah bangunan bersejarah dan destinasi wisata.
Seperti Pendopo Sabha Swagata, Bangunan Inggrisan, Gedung Juang, serta Taman Kota Sritanjung dan Taman Blambangan.
Melalui revitalisasi tersebut, pasar dirancang dengan pembagian area perdagangan sisi utara dan selatan, dilengkapi gedung pasar, area pasar basah dan kering, akses pedestrian, serta fasilitas parkir.
Penataan ini bertujuan mendukung kenyamanan aktivitas jual beli sekaligus memperbaiki keteraturan kawasan perdagangan.
Pasar hasil revitalisasi memiliki kapasitas ruang dagang sebanyak 871 unit kios dan los.
Yang terdiri dari 184 kios dan 687 los.
Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung aktivitas perdagangan dengan total pedagang sebanyak 657 orang berdasarkan data profil pekerjaan.
Selain ruang perdagangan, pasar juga dilengkapi fasilitas parkir dengan kapasitas 332 kendaraan roda dua. Penataan akses masuk dan keluar kendaraan serta jalur pedestrian turut menjadi bagian dari pengembangan kawasan pasar. (*)



Komentar