Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya berkomitmen untuk meningkatkan pengembangan cokelat dan rendang Padang sebagai produk unggulan yang memanfaatkan potensi lokal. Produk ini memiliki peluang untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.
Pernyataan tersebut diungkapkan ketika Teuku Riefky mengunjungi L’île Chocolate Factory Outlet, Museum & Cafe serta Sentra Rendang pada hari Minggu (9/8/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung proses pengolahan bahan baku lokal, inovasi dalam kuliner, serta fasilitas yang mendukung rantai pasok ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Di L’île Chocolate, Teuku Riefky melakukan tinjauan terhadap proses pengolahan kakao yang berasal dari Sumatera untuk dijadikan produk tree-to-bar craft chocolate. Konsep ini tidak hanya menghasilkan produk dengan nilai tambah, tetapi juga mengintegrasikan elemen edukasi, pariwisata, dan kuliner melalui museum yang berfokus pada kakao.
“Kita melihat bagaimana kekayaan bahan baku lokal, khususnya kakao, dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah dan identitas yang kuat,” ungkap Teuku Riefky.
Produk dari L’île Chocolate sebelumnya telah berhasil memasuki pasar internasional, dengan ekspor pertama ke Singapura yang dilakukan pada bulan Juni 2025.
Sementara itu, di Sentra Rendang, Teuku Riefky memeriksa fasilitas pengolahan serta mesin produksi yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Padang. Fasilitas ini bertujuan untuk mendukung proses produksi, pemasaran, pembinaan, serta peningkatan daya saing bagi industri kecil dan menengah.
Menurut Teuku Riefky, rendang memiliki peranan yang sangat penting sebagai bagian dari identitas gastronomi masyarakat Padang. Penguatan fasilitas produksi dianggap mampu menjaga tradisi kuliner yang telah ada, sekaligus menjawab kebutuhan industri modern.
“Rendang memiliki kekuatan sebagai bagian dari identitas gastronomi Padang,” tegasnya.
Kementerian Ekraf berupaya untuk mengembangkan produk lokal dengan meningkatkan kualitas, merangsang inovasi, memperkuat kapasitas pelaku industri, dan memperluas akses pasar. Strategi ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif dalam upaya menciptakan produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi.
Melalui berbagai inisiatif ini, diharapkan cokelat dan rendang Padang dapat menjadi simbol kekayaan kuliner yang tidak hanya dinikmati di dalam negeri, tetapi juga dapat dikenal dan diterima oleh masyarakat internasional. Dengan pengembangan yang tepat, potensi lokal ini dapat menjadi salah satu pilar ekonomi yang berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.



Komentar