Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu pilar fundamental dalam pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Ia percaya bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat strategis, karena mereka akan menjadi pemimpin dan motor penggerak pembangunan negara di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi pembekalan bagi mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Dalam pembekalan ini, Menko AHY mengusung tema “Menyiapkan Generasi Muda, Membangun Masa Depan Bangsa”.
Dalam paparan yang disampaikan, Menko AHY mengajak para mahasiswa untuk menyadari perubahan yang cepat terjadi di seluruh dunia serta mengidentifikasi berbagai peluang yang dimiliki Indonesia untuk berkembang menjadi negara yang lebih maju.
Materi yang disajikan mencakup tiga fokus utama: kondisi dunia saat ini, tantangan dan peluang menuju Indonesia Emas 2045, serta bagaimana menjadi pemimpin di masa depan. Ia menekankan bahwa perubahan global terjadi dengan sangat cepat, dipicu oleh kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, transformasi ekonomi, dinamika geopolitik, serta isu sosial dan lingkungan yang menciptakan ketidakpastian.
Kondisi ini, menurut Menko AHY, bukan hanya sekadar tantangan, tetapi juga membuka banyak kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda. Indonesia memiliki potensi untuk melakukan transformasi ekonomi melalui sektor-sektor strategis, termasuk hilirisasi industri, ekonomi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, serta ekonomi kreatif.
Namun, untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut, diperlukan SDM yang berkualitas. “Kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga produktif, inovatif, mampu beradaptasi, dan memiliki kepemimpinan,” ungkap Menko AHY.
Dalam proses menuju Indonesia Emas 2045, Menko AHY mencatat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti perkembangan teknologi, tata kelola pemerintahan, iklim investasi, kesenjangan sosial ekonomi, serta kualitas SDM. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pencapaian ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kualitas manusia yang akan memimpin dan menggerakkan pembangunan nasional.
“Pada akhirnya, kita berbicara tentang manusia. SDM yang berkualitas adalah fondasi untuk meningkatkan produktivitas, melahirkan inovasi, dan membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju,” jelasnya.
Menko AHY juga mengingatkan mahasiswa baru UPN “Veteran” Jakarta agar masa pendidikan tinggi mereka tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga untuk membangun karakter. Lingkungan perguruan tinggi, menurutnya, adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus membentuk pola pikir, kepedulian, dan jiwa kepemimpinan.
Kepemimpinan, jelasnya, tidak harus dimulai dari posisi jabatan. Ini bisa dimulai dari inisiatif di lingkungan terdekat dengan cara mengambil keputusan bijaksana dan bertanggung jawab, serta menjadi teladan bagi orang lain. “Pada akhirnya, kita semua ikut menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, mulai hari ini siapkan diri untuk menjadi bagian dari perjalanan bangsa,” tambahnya.
Menko AHY juga mendorong mahasiswa untuk tidak melihat ketidakpastian sebagai sesuatu yang menakutkan. Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan transformasi ekonomi seharusnya dilihat sebagai peluang untuk terus belajar dan mengembangkan diri. “Jangan melihat perubahan sebagai ancaman semata. Perubahan harus kita jadikan kesempatan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Aspek lainnya yang ditekankan adalah kolaborasi. Menko AHY percaya bahwa perbedaan latar belakang dan sudut pandang dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan ide serta solusi yang lebih baik. Ia juga mengajak mahasiswa untuk peka terhadap isu-isu yang ada di masyarakat. Ilmu yang didapat di bangku kuliah diharapkan dapat dihubungkan dengan kebutuhan nyata di lingkungan sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Menko AHY menyatakan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak harus dimulai dengan tindakan besar. Kontribusi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan memberikan manfaat. “Gunakan ilmu pengetahuan yang kalian miliki untuk memberikan manfaat. Jangan hanya bertanya apa yang bisa kita dapatkan dari Indonesia, tetapi juga apa yang bisa kita berikan untuk Indonesia,” pesannya.
“Menjadi bagian dari solusi bisa dimulai dari langkah kecil. Yang penting ada niat, ada keberanian untuk memulai, dan ada konsistensi untuk memberikan manfaat,” tuturnya.
Di akhir pembekalan, Menko AHY berharap mahasiswa baru UPN “Veteran” Jakarta dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. “Kenali diri kalian, bangun karakter, kuasai kompetensi, pimpin lingkungan, dan abdikan diri untuk Indonesia,” pungkas Menko AHY.
Pada acara ini, Menko AHY didampingi beberapa staf khusus dan tenaga ahli, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan SDM yang berkualitas.



Komentar