Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Kerusuhan di Ujjain India: Warga Tolak Rencana Pemerintah Modi Hancurkan Masjid Berusia 600 Tahun untuk Festival Simhastha Kumbh 2028

Kerusuhan di Ujjain India: Warga Tolak Rencana Pemerintah Modi Hancurkan Masjid Berusia 600 Tahun untuk Festival Simhastha Kumbh 2028

Kerusuhan di Ujjain India: Warga Tolak Rencana Pemerintah Modi Hancurkan Masjid Berusia 600 Tahun untuk Festival Simhastha Kumbh 2028

Kerusuhan di India kembali terjadi setelah insiden dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi di sebuah asrama kampus oleh oknum Angkatan Udara Militer India. Kali ini, ketegangan pecah di Kota Ujjain, Madhya Pradesh, pada Senin, 28 September 2026, akibat keputusan pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

Pemerintah India memutuskan untuk menghancurkan masjid tua dan bersejarah yang dikenal sebagai Masjid Shahi. Masjid yang telah berdiri selama enam abad ini merupakan salah satu warisan sejarah yang berasal dari zaman kekaisaran Mughal di India.

Keputusan untuk meratakan Masjid Shahi ini diambil dengan alasan adanya rencana pembangunan di kawasan tersebut. Pembangunan tersebut ditujukan untuk mempersiapkan salah satu acara festival Hindu terbesar di India, yaitu Simhastha Kumbh, yang direncanakan akan berlangsung pada tahun 2028.

Festival Simhastha Kumbh adalah sebuah perayaan ziarah yang sangat populer di kalangan umat Hindu di India. Acara ini juga dikenal dengan nama Kumbha Melas atau Ujjain Simhastha. Festival ini diadakan setiap 12 tahun dan dimulai pada abad ke-18, saat masa pemerintahan penguasa Maratha, Ranoji Shinde. Acara ini menjadi ajang untuk memberikan penghormatan kepada kuil Mahakaleshwar Jyotirlinga, yang dianggap sebagai tempat bersemayam Swayambhu lingam Dewa Siwa.

KERUSUHAN INDIA - Warga bertahan di Masjid Shahi. Kerusuhan pecah di Kota Ujjain, Madhya Pradesh Senin (28/9/2026). Rencana pemerintah India pimpinan Narendra Modi menghancurkan Masjid Shahi yang berusia 600 tahun demi festival Hindu mendapat penolakan keras dan perlawanan dari warga setempat.
KERUSUHAN INDIA – Warga bertahan di Masjid Shahi. Rencana pemerintah untuk menghancurkan masjid berusia 600 tahun demi festival Hindu menimbulkan penolakan keras dari masyarakat setempat.

Kerusuhan yang terjadi ini menunjukkan betapa sensitivitas sosial dan keagamaan di India dapat memicu kekacauan. Masyarakat setempat telah menyuarakan penolakan terhadap keputusan tersebut, mencerminkan kekhawatiran akan hilangnya warisan budaya yang berharga. Sebagai tempat ibadah yang tidak hanya memiliki nilai religius tetapi juga sejarah yang dalam, Masjid Shahi menjadi simbol identitas bagi banyak warga.

APBN 2027: 8 Kementerian dan Lembaga dengan Anggaran Terbesar, Dari BGN hingga Kepolisian

Pemerintah India dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan antara keinginan pembangunan dengan penghormatan terhadap warisan budaya. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa setiap tindakan pemerintah harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, terutama dalam konteks pluralitas yang ada di India.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan