Politik & Pemerintahan
Beranda / Politik & Pemerintahan / Kemnaker Percepat Pelatihan Vokasi di Medan dengan Program Khusus untuk Penyandang Disabilitas

Kemnaker Percepat Pelatihan Vokasi di Medan dengan Program Khusus untuk Penyandang Disabilitas

Kemnaker Percepat Pelatihan Vokasi di Medan dengan Program Khusus untuk Penyandang Disabilitas

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya meningkatkan kesiapan tenaga kerja untuk menghadapi tuntutan industri melalui program pelatihan berbasis kompetensi (PBK). Inisiatif ini dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, industri, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra. Tujuan utama dari program ini adalah memastikan bahwa materi pelatihan yang disampaikan sejalan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menekankan pentingnya kerja sama antar sektor untuk memperluas akses pelatihan. Ia menyatakan bahwa sinergi tersebut sangat diperlukan agar pelatihan yang diadakan dapat memberikan hasil yang optimal, terutama dalam menghasilkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia industri.

“Sinergi ini memperluas jangkauan pelatihan dan memastikan bahwa keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ungkap Afriansyah dalam acara yang berlangsung di BBPVP.

Afriansyah juga mengajak peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai momen berharga untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri mereka memasuki dunia kerja. Ia percaya bahwa kompetensi yang diperoleh selama pelatihan akan menjadi modal penting untuk mengembangkan karier di masa mendatang.

“Serap ilmu sungguh-sungguh, karena keterampilan yang Anda peroleh di sini adalah bekal berharga untuk masa depan,” tambahnya, menekankan pentingnya fokus dalam belajar.

TNI Fair 2026: Alutsista Baru yang Memperkuat TNI di Era Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah juga menutup pelatihan housekeeping yang telah dilaksanakan oleh BBPVP bekerja sama dengan Yayasan PLAN International Indonesia. Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari kalangan penyandang disabilitas, yang menunjukkan komitmen untuk inklusi dalam program pelatihan yang ditawarkan.

Afriansyah memberikan apresiasi kepada peserta yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan, serta mendorong mereka untuk terus meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri agar dapat bersaing lebih baik di pasar kerja.

Pelatihan berbasis kompetensi di BBPVP mencakup berbagai sektor, seperti pariwisata, bisnis dan manajemen, smart supply chain, serta teknologi informasi dan komunikasi. Dengan menawarkan pelatihan yang beragam, Kemnaker berharap dapat menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil tetapi juga adaptif terhadap perkembangan kebutuhan di dunia usaha dan industri.

Melalui program ini, Kemnaker menargetkan penguatan keterampilan tenaga kerja yang dapat beradaptasi dengan perubahan di pasar. Dengan demikian, diharapkan para peserta pelatihan dapat menjadi sumber daya manusia yang siap pakai dan mampu memenuhi ekspektasi industri. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kompetitif dan efisien.

Menuju Kemandirian Energi: Presiden Prabowo Rencanakan Produksi Bensin dari Batu Bara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan