Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi telah mengambil langkah signifikan untuk mengatasi dampak kekeringan yang mengancam lahan pertanian masyarakat. Dalam upaya ini, BWS Sumatera VI melakukan penyaluran air irigasi pada Sabtu, 22 Agustus, dengan memanfaatkan pompa untuk mengalirkan air ke lahan persawahan.
Penyaluran air tersebut dimulai pada pukul 09.00 WIB dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman di area pertanian yang terdampak kekeringan, yang berisiko mengalami gagal panen. Air yang digunakan diambil dari Sungai Batang Sangkir, kemudian dialirkan ke areal persawahan yang berjarak sekitar 150 meter dari sumbernya.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya ketersediaan air bagi kehidupan dan pembangunan. Menurutnya, penanganan kekeringan harus dilakukan dengan cepat, serta diiringi dengan pembangunan infrastruktur yang dapat memberikan solusi jangka panjang.
“Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan,” tegas Menteri Dody.
Untuk mendukung proses penyaluran air, BWS Sumatera VI mengoperasikan satu unit mesin pompa irigasi, lengkap dengan satu set selang hisap dan satu set selang buang. Sistem pemompaan ini digunakan untuk mengairi lahan persawahan seluas kurang lebih 4,90 hektare dan memberikan bantuan kepada sekitar 20 petani yang tergabung dalam kelompok tani Desa Koto Tuo.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa debit air Sungai Batang Sangkir masih mencukupi untuk dijadikan sumber air irigasi melalui pemompaan. Selain itu, kondisi cuaca saat pelaksanaan kegiatan cukup mendukung, dengan akses menuju lokasi yang dapat dilalui dengan baik.
Inisiatif ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mempertahankan ketersediaan air untuk sektor pertanian, serta membantu petani menjaga produktivitas lahan sawah di tengah kondisi kekeringan. Pemompaan air adalah langkah awal untuk memastikan tanaman tetap mendapatkan suplai air yang diperlukan.
Setelah pelaksanaan pemompaan ini, BWS Sumatera VI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung penanganan kekeringan yang lebih berkelanjutan. Selama kegiatan ini berlangsung, tidak terdapat kendala berarti, namun pengaturan jadwal operasional pompa tetap diperlukan agar penggunaan sumber air dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan para petani.
Selain penyaluran air melalui pompa, BWS Sumatera VI juga akan menjalin kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat mengenai rencana penyediaan sumur bor yang dapat menjadi sumber air alternatif melalui sistem perpompaan. Upaya ini sangat penting mengingat kawasan persawahan tersebut hingga kini belum memiliki jaringan irigasi yang memadai.
Dengan langkah awal ini serta rencana untuk menyediakan sumber air alternatif, Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian, terutama di wilayah yang terkena dampak kekeringan.
Diharapkan melalui tindakan ini, para petani dapat terus berproduksi meskipun dalam situasi yang tidak ideal, dan dengan dukungan pemerintah, ketahanan pangan di wilayah tersebut dapat terjaga.



Komentar