Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan dengan menyediakan air bersih dan memobilisasi peralatan darurat di berbagai daerah. Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, inisiatif ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air harian, salah satunya melalui pengoperasian instalasi pengolahan air bergerak serta penyediaan hidran umum.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dengan segera, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan akses air akibat kekeringan. “Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujarnya.
Hingga pertengahan Oktober 2026, Kementerian PU telah menyalurkan total 127.650 liter air bersih di Provinsi Kalimantan Barat dan Maluku Utara. Di Kalimantan Barat, upaya ini dilakukan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) yang mengoperasikan Mobil Instalasi Pengolahan Air (IPA Mobile) untuk memperluas akses air bersih kepada masyarakat yang terkena dampak kekeringan.
Pengoperasian IPA Mobile di Kabupaten Kubu Raya dan Ketapang telah berhasil mendistribusikan sebanyak 119.650 liter air bersih hingga tanggal tersebut. Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Kementerian PU juga menambah empat unit IPA Mobile dari BPBPK Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Dukungan lintas wilayah ini diharapkan dapat memperkuat pengolahan dan penyaluran air bersih, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi lebih cepat.
Di sisi lain, pengoperasian IPA Mobile di Kota Pontianak masih dalam tahap uji coba, sementara di Kabupaten Kayong Utara, persiapan sumber air baku terus dilakukan agar peralatan dapat segera berfungsi dan distribusi air bersih dapat berjalan dengan lancar.
Kementerian PU juga berperan aktif dalam memberikan bantuan air bersih di Maluku Utara. Melalui BPBPK Maluku Utara, sebanyak 8.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga Kelurahan Gurabunga, Kota Tidore Kepulauan, pada tanggal 15 Oktober 2026. Bantuan ini sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah terbatasnya akses air akibat kondisi kekeringan yang melanda.
Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, BPBPK Maluku Utara juga telah menyiagakan empat unit hidran umum di RT 01 hingga RT 04 Kelurahan Gurabunga. Penempatan fasilitas di empat titik ini diharapkan dapat mendekatkan layanan kepada warga serta mendukung pemerataan distribusi air di kawasan permukiman.
Kementerian PU terus berupaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat di daerah yang terkena dampak kekeringan melalui berbagai langkah, termasuk distribusi air bersih, pengoperasian IPA Mobile, dan penyediaan hidran umum. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, tetapi juga untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang ada agar masyarakat dapat menghadapi keterbatasan air dengan lebih baik.



Komentar