Politik & Pemerintahan
Beranda / Politik & Pemerintahan / Pemulihan Permukiman Pascabanjir di Padang oleh Kementerian PU

Pemulihan Permukiman Pascabanjir di Padang oleh Kementerian PU

Pemulihan Permukiman Pascabanjir di Padang oleh Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengambil langkah cepat dalam pemulihan lingkungan dan permukiman yang terkena dampak banjir bandang yang terjadi pada 10 Oktober 2026. Fokus utama dari inisiatif ini adalah membersihkan kawasan permukiman serta fasilitas umum dengan melibatkan masyarakat setempat melalui skema padat karya.

Program ini diharapkan dapat mempercepat proses pembersihan lumpur dan pemulihan lingkungan, serta memberikan insentif bagi warga yang turut berpartisipasi dalam upaya penanganan setelah bencana. Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan padat karya ini. “Padat karya kita manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tetapi juga di masjid dan fasilitas umum lainnya,” jelasnya.

Skema padat karya semacam ini bukanlah hal baru bagi Kementerian PU, karena sebelumnya telah diterapkan dalam penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Selain berfokus pada pembersihan lingkungan, program ini juga memberikan insentif kepada warga yang terlibat dalam kegiatan pemulihan.

“Jadi sama seperti yang pernah kita kerjakan di Aceh dan Sumatera Utara. Masyarakat yang terdampak, kita libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, dan kita kasih insentif,” ungkap Menteri Dody.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Berkolaborasi dengan ICCN untuk Mendorong Produk Kreatif Daerah Masuk Pasar Global

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis di Sumatera Barat, Rifi Firdaus Lustika, juga memberikan penjelasan mengenai upaya yang dilakukan. Tim teknis telah melaksanakan survei terhadap 33 lokasi fasilitas ibadah dan kesehatan yang terdampak sejak banjir terjadi. Lokasi-lokasi tersebut terletak di tiga kecamatan yang terpengaruh di daerah tersebut.

“Dari total 33 titik itu, Alhamdulillah yang terdampak hanya 7 lokasi, terdiri dari 2 masjid dan 5 mushola. Saat ini, pembersihan di 2 masjid dan 5 mushola tersebut sudah selesai 100% dan sudah dapat digunakan kembali oleh masyarakat,” ungkap Rifi. Selain itu, mereka juga sedang menangani pembersihan di dua kawasan permukiman lainnya.

Rifi menjelaskan bahwa proses pembersihan dilakukan dengan memanfaatkan mekanisme padat karya. “Kami juga melaksanakan pembersihan di kawasan Lumin Park dan Kampung Tanjung. Masyarakat turut dilibatkan untuk membersihkan rumah masing-masing, sedangkan pembersihan jalan dan pengangkutan material berat dilakukan menggunakan alat berat,” jelasnya.

“Alhamdulillah, sekarang pembersihan sudah hampir final. Kondisi saat ini sudah bersih dan nyaman untuk digunakan kembali,” tambahnya.

Program padat karya ini juga memberikan dampak positif bagi warga di Kampung Tanjung. Salah satu warga, Muhammad Taufik, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah. “Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sebagai warga sangat berterima kasih. Kami diikutsertakan dalam program Padat Karya, ditugaskan untuk membersihkan rumah. Meskipun kami libur kerja rutin, kami tetap mendapatkan gaji dari program ini. Ini sangat membantu untuk membersihkan jalan dan lumpur yang masuk ke rumah,” ungkap Taufik.

Peran Anak Muda Sangat Penting Menuju Indonesia Emas 2045, Kata Wamenaker Afriansyah Noor

Di luar Kota Padang, Kementerian PU juga melakukan penanganan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dari 10 lokasi yang dicakup oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, sembilan di antaranya terpengaruh oleh material lumpur, terutama di area pekarangan. Bahkan, di beberapa tempat, lumpur masuk ke dalam bangunan.

Seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi-lokasi tersebut kini telah rampung. Dengan melibatkan masyarakat dalam penanganan darurat serta melakukan koordinasi lintas unit kerja, Kementerian PU berkomitmen untuk mendukung pemulihan fasilitas publik dan permukiman setelah bencana.

Pemanfaatan program padat karya diharapkan dapat mempercepat pemulihan lingkungan yang terkena dampak dan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang terdampak banjir.

Menteri PU Percepat Pembangunan 2.300 Km Jalan Perbatasan Kalimantan-Malaysia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan