Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI Perjuangan, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang menyatakan tidak memiliki masalah dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Achmad Hidayat, mantan kader PDIP, setelah ia berkunjung ke kediaman Jokowi. Menurut Achmad, Jokowi menyebut bahwa hubungan dengan Megawati baik-baik saja dan dia berencana untuk bertemu di lain waktu.
Ganjar menegaskan bahwa pernyataan tersebut sebaiknya tidak diperpanjang. “Kan beliau bilang tidak ada masalah. Ya tidak perlu tanggapan,” tuturnya kepada wartawan.
Ganjar Pranowo juga menekankan pentingnya membedakan antara urusan politik dan hubungan pribadi. Dia menyatakan bahwa setiap individu dalam partai seharusnya bisa memisahkan keduanya. “Saya kira kita semua bisa menempatkan diri mana urusan politik, mana hubungan antarindividu,” ungkap Ganjar.
Pernyataan ini muncul di tengah perhatian publik terhadap hubungan antara Jokowi dan Megawati, yang kembali mencuat setelah Achmad Hidayat mengunjungi Jokowi. Pertemuan ini kemudian berujung pada pemecatan Achmad dari PDIP. DPP PDIP mengeluarkan keputusan resmi untuk mencabut status keanggotaannya terhitung sejak 4 September 2026.
Daripada membahas lebih lanjut mengenai hubungan Jokowi dan Megawati, Ganjar mengajak semua kader PDIP untuk lebih fokus pada isu-isu yang lebih mendesak. Dia mencatat bahwa situasi geopolitik global dapat berdampak besar pada perekonomian nasional.
Ganjar juga menyoroti tantangan bencana dan kesejahteraan masyarakat yang perlu menjadi perhatian utama. “Buat PDI Perjuangan yang utama, mari kita kerahkan semua kekuatan untuk menghadapi situasi yang kurang baik pada saat ini,” tegasnya.
Ia percaya bahwa dinamika global yang mempengaruhi ekonomi nasional, serta berbagai masalah sosial yang ada di dalam negeri, memerlukan perhatian bersama dari seluruh kader dan masyarakat.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pertemuan antara Jokowi dan Megawati, Ganjar tidak menutup kemungkinan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa ada banyak kesempatan bagi para pemimpin politik untuk bertemu dalam berbagai momen.
“Banyak momen tokoh-tokoh politik bisa bertemu,” ujar Ganjar, meski ia tidak merinci lebih lanjut mengenai waktu atau forum spesifik yang mungkin mempertemukan keduanya.
Pernyataan ini menunjukkan adanya harapan bahwa meskipun ada isu-isu yang sedang berkembang, dialog dan komunikasi tetap bisa terjalin di antara para tokoh penting dalam politik Indonesia.



Komentar