Viral
Beranda / Viral / Empat Pembalap Indonesia Tampil di Panggung Dunia, Siapa yang Memiliki Rekor Terbaik?

Empat Pembalap Indonesia Tampil di Panggung Dunia, Siapa yang Memiliki Rekor Terbaik?

Empat Pembalap Indonesia Tampil di Panggung Dunia, Siapa yang Memiliki Rekor Terbaik?

Pembalap Indonesia terus menunjukkan kiprahnya di berbagai kejuaraan balap motor internasional sepanjang musim 2026. Sejumlah nama seperti Veda Ega Pratama, Muhammad Kiandra Ramadhipa, Mario Suryo Aji, hingga Aldi Satya Mahendra bersaing dalam kelas yang berbeda dengan catatan hasil yang bervariasi.

Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap yang berhasil mencatatkan hasil positif di kejuaraan dunia Moto3 2026. Pembalap yang tergabung dalam Honda Team Asia ini kini menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan total raihan 131 poin. Prestasi tersebut diraih setelah Veda meraih podium kedua pada Grand Prix Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Sepang pada hari Minggu (1/11/2026).

Dengan tambahan 20 poin dari balapan tersebut, posisi Veda semakin mendekati enam besar klasemen. Saat ini, ia hanya terpaut sembilan poin dari Marco Morelli yang menduduki peringkat keenam dengan 140 poin. Dengan masih tersisa tiga seri balapan, Veda memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisinya sebelum akhir musim.

Di sisi lain, Muhammad Kiandra Ramadhipa juga mencatatkan hasil yang cukup memuaskan dalam dua kejuaraan pembinaan pembalap muda internasional. Pada FIM Moto3 Junior World Championship 2026, Kiandra berhasil mengakhiri musim di peringkat kelima dengan raihan 146 poin. Ia menutup kompetisi dengan meraih podium kedua pada Race 2 di seri terakhir yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia, pada 18 Oktober 2026. Dalam balapan tersebut, Kiandra hanya kalah tipis, terpaut 0,006 detik dari pembalap yang keluar sebagai pemenang.

Selain Moto3 Junior, Kiandra juga berpartisipasi dalam Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, di mana ia menyelesaikan kompetisi di peringkat kesembilan dengan mengumpulkan 106 poin. Dua kemenangan yang diraihnya di Jerez dan Sachsenring menjadi catatan penting dalam performanya sepanjang musim ini.

Dugaan Penyadapan Istana Libatkan Nama Listyo Sigit, Begini Respons Kadiv Humas Polri

Berlanjut ke kelas Moto2, Mario Suryo Aji masih berjuang untuk memperbaiki hasil bersama Idemitsu Honda Team Asia. Hingga Grand Prix Malaysia, Mario menempati peringkat ke-27 di klasemen sementara dengan total tiga poin. Sayangnya, Mario gagal menambah poin di Sirkuit Sepang setelah mengalami kecelakaan pada lap kedua, yang mengharuskannya untuk tidak melanjutkan balapan.

Di lain pihak, Aldi Satya Mahendra telah menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi di kejuaraan World Supersport 2026 bersama AS BLU CRU Racing Team. Pembalap yang dibina oleh Yamaha Racing Indonesia ini menutup musim di peringkat ke-13 klasemen akhir dengan raihan 132 poin. Sepanjang kompetisi, Aldi berhasil meraih dua podium dan beberapa kali bersaing di grup 10 besar.

Ketika melihat total poin yang diraih oleh pembalap Indonesia di berbagai kejuaraan tersebut, Veda kini mengumpulkan 131 poin di Moto3, sedangkan Mario baru mengantongi tiga poin di Moto2. Kiandra mencatatkan 146 poin di FIM Moto3 Junior World Championship serta 106 poin di Red Bull MotoGP Rookies Cup, sedangkan Aldi menutup World Supersport dengan 132 poin.

Dari keempat pembalap tersebut, Veda dan Mario masih memiliki peluang untuk menambah perolehan poin, karena kompetisi yang mereka ikuti belum berakhir. Tiga seri tersisa di Moto3 menjadi kesempatan bagi Veda untuk memperbaiki posisinya, sedangkan Mario masih berupaya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di Moto2. Di sisi lain, Kiandra dan Aldi telah menyelesaikan musim masing-masing.

Kiprah mereka di berbagai kejuaraan internasional ini menjadi catatan penting bagi kehadiran pembalap Indonesia dalam persaingan balap motor dunia sepanjang tahun 2026. Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan, harapan untuk prestasi yang lebih baik di masa mendatang semakin besar.

Mantan Bacabup Deli Serdang Diduga Terlibat Peredaran Uang Palsu Rp980 Juta, Polisi Ungkap Asal-usulnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan