Persija Jakarta harus menunggu hingga detik-detik terakhir pertandingan untuk meraih kemenangan melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Jakarta International Stadium pada malam Sabtu lalu berakhir dengan skor tipis 1-0, berkat gol Ivan Mamut yang tercipta pada menit ke-89.
Meskipun meraih kemenangan, jalan yang dilalui Persija tidaklah mudah. Meskipun mereka mendominasi penguasaan bola, tim ini mengalami kesulitan untuk menembus lini pertahanan Persebaya yang terbukti sangat disiplin selama jalannya pertandingan. Menurut data statistik, Persija menguasai hingga 79 persen penguasaan bola, sedangkan Persebaya hanya mencatatkan 21 persen.
Persija juga berhasil melakukan 430 operan dengan tingkat akurasi mencapai 80 persen, berbeda jauh dengan Persebaya yang hanya melakukan 115 operan dengan akurasi 48 persen. Namun, meski memiliki penguasaan bola yang lebih, Persija hanya menciptakan tujuh tembakan ke arah gawang, sementara Persebaya berhasil melepaskan delapan percobaan, dengan catatan empat tembakan tepat sasaran untuk Persija dan tiga untuk Persebaya.
Dalam hal strategi menyerang, kedua tim menunjukkan pendekatan yang berbeda. Persija lebih banyak mengandalkan penguasaan bola untuk menerapkan tekanan dari berbagai sisi, sementara Persebaya menerapkan taktik serangan balik untuk mencari celah. Di babak pertama, Persebaya bahkan memiliki peluang untuk mencetak gol ketika Ramadhan Sananta beberapa kali berhasil mengeksploitasi pertahanan Persija. Sayangnya, peluang tersebut tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik, terutama dalam satu momen ketika ia berhadapan langsung dengan kiper Nadeo Argawinata. Upayanya berhasil digagalkan, dan kesempatan lain melalui sundulan serta tembakan dari dalam kotak penalti juga tidak membuahkan hasil.
Kegagalan Persebaya dalam memanfaatkan peluang tersebut menjadi faktor yang membuat tekanan dari Persija tidak berbuah hasil. Memasuki babak kedua, Persija menunjukkan peningkatan dalam hal serangan. Beberapa peluang berbahaya tercipta, termasuk dari Kwon Chang-hoon yang sempat mengancam gawang Persebaya. Namun, Reza Arya dan lini pertahanan Bajul Ijo tetap mampu menjaga keseimbangan skor.
Tak hanya itu, Persebaya juga sempat memberikan ancaman melalui Toni Firmansyah yang melancarkan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar gawang. Ketika pertandingan memasuki fase akhir, Persija akhirnya menemukan celah untuk mencetak gol. Umpan tarik dari Victor Dethan berhasil disambut Ivan Mamut yang melepaskan sepakan dari depan gawang. Meskipun Reza Arya sempat menahan tembakan pertama, bola rebound kembali jatuh ke kaki Mamut yang langsung menyelesaikannya menjadi gol di menit ke-89.
Gol ini sekaligus mengakhiri kebuntuan antara kedua tim yang hampir sepanjang pertandingan berlangsung tanpa gol. Kemenangan ini menunjukkan efektivitas Persija dalam memanfaatkan kesempatan yang ada meskipun mereka tidak selalu mendominasi permainan. Di sisi lain, Persebaya perlu melakukan evaluasi terhadap penyelesaian akhir mereka setelah gagal mengkonversi beberapa peluang yang cukup menguntungkan.
Dengan tambahan tiga poin ini, Persija kembali memimpin klasemen sementara Super League dengan total 21 poin dari sembilan pertandingan yang telah berlangsung. Sementara Persebaya harus puas berada di peringkat ketujuh dengan raihan 13 poin. Hasil pertandingan ini mengingatkan kita bahwa penguasaan bola dan jumlah peluang yang diciptakan tak selalu menentukan hasil akhir. Justru, kemampuan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada menjadi faktor pembedanya dalam laga antara Persija dan Persebaya.



Komentar