Danau Bakuok, yang terletak di Desa Aur Sati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, kini menghadirkan pilihan baru bagi masyarakat Riau untuk menghabiskan waktu akhir pekan. Setelah mendapatkan revitalisasi dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera 3, kawasan ini kini tampak lebih rapi dan teratur.
Proses revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada kenyamanan sebagai tempat wisata, tetapi juga mempertahankan fungsinya sebagai infrastruktur yang mampu mengendalikan banjir dan sebagai kawasan konservasi. Hasilnya, suasana danau yang tenang kini berpadu dengan jalur pedestrian, waterfront, ruang terbuka, dan lanskap hijau yang menawan.
Kawasan yang dulunya merupakan aliran sungai mati dari Sungai Kampar kini bertransformasi menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolahraga, bersantai dengan keluarga, dan menikmati keindahan panorama matahari terbenam.
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya berfokus pada peningkatan konektivitas. Ia menegaskan bahwa, “Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan bagi kawasan pariwisata.”
Meskipun penampilannya kini jauh lebih menarik, Danau Bakuok tetap melaksanakan fungsi utamanya sebagai bagian dari infrastruktur sumber daya air. Proses revitalisasi mencakup beberapa tahap pekerjaan, mulai dari pengerukan danau untuk meningkatkan kapasitas tampungan air, pembersihan gulma agar area genangan semakin luas, hingga pembangunan turap beton guna memperkuat tebing.
Penataan kawasan dilakukan dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai ruang publik. Proses revitalisasi Danau Bakuok dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2022, dan hasilnya, luas genangan yang awalnya sekitar 7 hektare kini bertambah menjadi sekitar 21 hektare.
Peningkatan kapasitas ini memungkinkan Danau Bakuok untuk menampung limpasan air saat debit Sungai Kampar meningkat pada musim hujan. Dengan demikian, keberadaan danau berperan penting dalam mengurangi potensi banjir di wilayah sekitarnya.
Tak hanya berfungsi sebagai sumber daya air, tetapi juga keberadaan kawasan wisata yang semakin tertata memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Danau Bakuok dapat dijangkau dalam waktu sekitar 45 menit dari pusat kota dan semakin ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan.
Aktivitas wisata di sekitar danau diharapkan mampu mendorong perekonomian lokal melalui pengembangan UMKM serta usaha kuliner, di samping beragam kegiatan ekonomi lainnya yang dapat berkembang di kawasan tersebut.
Revitalisasi Danau Bakuok menjadi contoh konkret pemanfaatan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dalam satu kawasan ini, fungsi pengendalian banjir, pelestarian lingkungan, dan pengembangan pariwisata dapat berjalan secara bersamaan, menciptakan sinergi yang menguntungkan.
Kehadiran Danau Bakuok yang kini lebih tertata menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kampar dan merupakan bagian dari upaya Kementerian PU untuk mewujudkan visi pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.



Komentar