KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (Kemen PU) memberikan perhatian khusus pada penyediaan air baku untuk masyarakat.
Terbaru, Kemen PU memberikan perhatian ekstra pada Bendungan Batutegi di Tanggamus, Lampung.
Bendungan Batutegi ini, menurut Menteri PU Dody Hanggodo, mampu menyuplai air baku dalam jumlah besar untuk berbagai kebutuhan warga dan masyarakat.
Baik suplai air baku untuk masyarakat perkotaan.
Hingga kebutuhan untuk irigasi pengairan pertanian warga setempat.
Tak tanggung-tanggung!
Suplai air baku dari Bendungan Batutegi disebut bisa memenuhi kebutuhan irigasi pertanian untuk lahan hingga 66 ribu hektar!
Dengan kapasitas tampungan efektif mencapai 687,767 juta meter kubik.
Berkat kemampuan itu, Bendungan Batutegi menjadi infrastruktur peran strategis dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
“Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku dan irigasi,”
“Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Minggu (4/10/2026).
Bendungan ini sendiri, dibangun pada rentang masa 1995 hingga 2004.
Dengan tinggi sekitar 122 meter, Bendungan Batutegi bagian penting dalam sistem pengelolaan sumber daya air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung.
Terutama dalam menjaga pasokan air saat musim kemarau panjang maupun fenomena El Nino.
Bendungan Batutegi mendukung sistem irigasi Way Sekampung yang mengairi puluhan ribu hektare lahan pertanian.

BENDUNGAN BATUTEGI – Kementerian PU memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan air baku untuk masyarakat termasuk untuk irigasi pertanian. Terbaru, Kemen PU berikan perhatian pada Bendungan Batutegi, Tanggamus, Lampung. Berikut lengkapnya, Minggu (4/10/2026). OFFICIAL BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMEN PU/REPRO
Data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menunjukkan, luas areal yang dapat diairi mencapai 66.573 hektare pada musim rendeng.
Sementara itu, keberadaan bendungan ini juga mendukung peningkatan luas tanam hingga sekitar 45.911 hektare per tahun.
Selain menopang sektor pertanian, Batutegi juga berperan sebagai “bank air” yang menyimpan cadangan air pada musim hujan untuk dimanfaatkan ketika musim kemarau tiba.
Dengan kapasitas tampungan total sekitar 580 juta meter kubik, bendungan ini menjadi salah satu penyangga pasokan air dalam sistem bendungan di Lampung.
Manfaatnya juga dirasakan masyarakat perkotaan.
Bendungan Batutegi menyediakan alokasi air baku sekitar 2.250 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan di Bandar Lampung, Metro, dan Branti.
Pasokan ini menunjukkan bahwa pengelolaan bendungan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pertanian, tetapi juga mendukung pelayanan dasar masyarakat.
Di sisi lain, Bendungan Batutegi juga memiliki fungsi tambahan untuk pengendalian banjir, perikanan, dan pariwisata.
Peran Bendungan Batutegi terhubung dengan infrastruktur sumber daya air lainnya.
Termasuk sistem Way Sekampung dan Bendungan Margatiga.
Karena itu, pengelolaan air di Bendungan Batutegi berpengaruh terhadap distribusi air di wilayah yang lebih luas dan membutuhkan pengaturan yang terintegrasi. (*)



Komentar