Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Jokowi Berikan Respon Terkait Orang Dekatnya Listyo Sigit yang Jadi Tersangka Penyadapan

Jokowi Berikan Respon Terkait Orang Dekatnya Listyo Sigit yang Jadi Tersangka Penyadapan

Jokowi Berikan Respon Terkait Orang Dekatnya Listyo Sigit yang Jadi Tersangka Penyadapan

Presiden Joko Widodo mengambil sikap diam saat ditanya tentang penetapan mantan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan beberapa tokoh lainnya. Hubungan dekat antara Jokowi dan Listyo Sigit sudah terbina sejak Jokowi menjabat sebagai Walikota Solo, hingga kini sebagai Presiden RI.

Peristiwa ini terjadi ketika Jokowi meninggalkan ruang sidang mengenai kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan terdakwa Roy Suryo. Momen tersebut berlangsung pada Kamis, 5 November 2026.

Setelah memberikan kesaksian di persidangan, Jokowi melangkah keluar sambil dikawal oleh sejumlah pengawalnya. Ketika melintasi kerumunan relawan, awak media mencoba menanyakan tentang status Listyo Sigit sebagai tersangka dalam kasus penyadapan ilegal tersebut.

Namun, Jokowi tidak mengubah arah langkahnya atau memberikan tanggapan. Ia terus berjalan menuju pintu keluar dengan pengawalan yang ketat.

Dalam perkembangan sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal (illegal access). Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yang dalam berita tersebut disebutkan menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Produksi Padi NTB Diproyeksikan Capai 1,73 Juta Ton pada 2026

Dua tersangka lainnya adalah Irjen Pol Ahrie Sonta, yang menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum Polri, dan Irjen Eko Hadi Santoso. Bareskrim menduga bahwa para tersangka telah melakukan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon yang menjadi target dalam penyidikan. Sasaran yang teridentifikasi meliputi Presiden Prabowo Subianto, pejabat negara, tokoh politik, jurnalis, hingga para pengusaha.

Kasus ini menyoroti isu serius terkait keamanan data dan privasi di Indonesia, mengingat penyadapan ilegal dapat menimbulkan dampak yang luas, tidak hanya bagi individu yang menjadi target, tetapi juga bagi stabilitas politik dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan ketiga tersangka yang terlibat, perhatian publik kini tertuju pada proses hukum yang akan diambil oleh pihak berwenang dan bagaimana kasus ini akan berlanjut ke depan.

Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk memahami implikasi hukum dan etika dari tindakan penyadapan yang dilakukan tanpa izin. Hal ini berdampak pada kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan pemerintah. Keputusan yang diambil dalam kasus ini akan berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai komitmen pemerintah terhadap transparansi dan keadilan.

Seiring dengan berjalannya waktu, diharapkan informasi lebih lanjut akan terungkap seiring dengan proses hukum yang berlangsung. Penanganan kasus ini tidak hanya menjadi perhatian bagi pihak yang terlibat, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengharapkan keadilan dan penyelesaian yang transparan.

BAKN DPR Soroti Penyaluran Subsidi LPG 3 Kg Belum Tepat Sasaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan