INFRASTRUKTUR yang andal, tangguh dan bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat menjadi target yang hendak dicapai Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo dalam setiap proses pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur terdampak bencana.
Menurut Dody Hanggodo, hal itu menjadi perkara penting.
Agar fungsi infrastruktur dapat kembali optimal dan berkelanjutan di masa mendatang.
Langkah inilah yang kemudian diterapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) yang dipimpin Dody Hanggodo dalam upaya pemulihan infrastruktur terdampak bencana.
Khususnya di sejumlah titik di wilayah Sumatera yang belum lama ini diterjang bencana banjir bandang hingga longsor.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” kata Menteri Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Senin (19/10/2026).
Sebelumnya, bencana alam memang tercatat beberapa kali menghantam sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Sepanjang 2026 saja, sedikitnya ada 5 bencana alam yang tercatat terjadi di Sumatera.
Mulai dari banjir dan longsor di awal Januari 2026 hingga Maret 2026 lalu.
Yang berlanjut dengan banjir di Kabupaten Muratawa Sumatera Selatan) dan tanah longsor di Tapanuli Utara (Sumatera Utara) pada Mei 2026 lalu.
Pada September 2026 lalu, banjir dan longsor terjadi di Aceh, Tapanuli Tengah hingga Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Wilayah Solok di Sumbar jadi satu di antara yang paling parah terdampak.
Insiden serupa pada akhir September 2026 juga terpantau terjadi di Sumatera Utara dan Aceh di 5 kabupaten sekaligus!
Selepas bencana alam itu, Dody Hanggodo pun menurunkan jajarannya untuk membantu pemulihan infrastruktur terdampak bencana di Sumatera.
Mulai dari pemulihan infrastruktur kesehatan, sanitasi air bersih hingga rumah ibadah.
Kementerian PU yang dipimpin Dody Hanggodo juga berjibaku memulihkan konektivitas di jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat-Provinsi Jambi dan daerah lainnya.
Setelah sejumlah titik di jalur jalan nasional jalur Tapan-Batas Jambi, Sumbar tertutup tanah longsor.
Sejauh ini, konektivitas jalur Tapan-Batas Jambi sudah kembali fungsional.
Meskipun dengan sejumlah titik masih menerapkan sistem buka tutup, sementara sejumlah titik lainnya yang sebelumnya ditutup tanah longsor sudah sepenuhnya pulih dan operasional seperti sediakala.
Dengan jalur jalan sudah bisa dilalui dua jalur kendaraan. (*)



Komentar