Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Pemerintah Bersiap Panen Raya di Lumbung Pangan Nasional KSPEAN Wanam Merauke, Menteri PU Dody Hanggodo Sanjung Presiden Prabowo Subianto

Pemerintah Bersiap Panen Raya di Lumbung Pangan Nasional KSPEAN Wanam Merauke, Menteri PU Dody Hanggodo Sanjung Presiden Prabowo Subianto

PUJI PRESIDEN - Presiden Prabowo Subianto menyapa warga beberapa waktu lalu. Menteri PU Dody Hanggodo memuji langkah Presiden Prabowo dalam upaya mengejar kemandirian pangan nasional. Ia pun menginstruksikan jajarannya di Kementerian PU untuk memastikan pengairan yang mendukung rencana panen raya di KSPEAN Wanam, Papua Selatan berjalan lancar. Berikut selengkapnya, Rabu (30/9/2026). OFFICIAL HUMAS KEMEN PU / REPRO
PUJI PRESIDEN - Presiden Prabowo Subianto menyapa warga beberapa waktu lalu. Menteri PU Dody Hanggodo memuji langkah Presiden Prabowo dalam upaya mengejar kemandirian pangan nasional. Ia pun menginstruksikan jajarannya di Kementerian PU untuk memastikan pengairan yang mendukung rencana panen raya di KSPEAN Wanam, Papua Selatan berjalan lancar. Berikut selengkapnya, Rabu (30/9/2026). OFFICIAL HUMAS KEMEN PU / REPRO

MENTERI PU Dody Hanggodo menyanjung tinggi Presiden Prabowo Subianto dalam upaya hebat mengejar kemandirian pangan nasional.

Menurut Dody Hanggodo, pengembangan lumbung pangan di berbagai daerah merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Bagaimana hebatnya Pak Presiden naruh lumbung pangan nasional di seluruh titik di Indonesia,”

“Nggak cuma satu titik di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi,” ujar Menteri Dody Hanggodo dalam rilis Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) yang diterima MACI News, Selasa (29/9/2026).

Lebih lanjut, Dody Hanggodo mengungkapkan, dalam waktu dekat Pemerintah Indonesia berencana akan menggelar panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan Energi dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menteri PU Dody Hanggodo Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Sumatera Barat Rampung di 2027

Pengembangan KSPEAN Wanam menurutnya merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025.

Dalam Instruksi Presiden tersebut, pengembangan kawasan strategis lumbung pangan nasional satu ini mencakup lahan seluas 10.000 hektare.

Adapun pada lokasi panen raya perdana di KSPEAN Wanam nanti, memiliki luas pengolahan tanah mencapai 220 hektar.

Dengan luas penanaman hingga 127 hektar.

Siapkan Infrastruktur Jamin Ketersediaan Pengairan

Dalam memuluskan rencana panen raya perdana di KSPEAN Wanam itu, Dody Hanggodo memerintahkan jajarannya di Kementerian Pekerjaan Umum atau Kemen PU untuk membuat sejumlah langkah strategis.

Kementerian PU Percepat Pemulihan Sistem Air Minum dan Sanitasi di Lima Wilayah Sumatera Utara

Termasuk di antaranya memastikan ketersediaan air untuk pengairan lahan tanam.

Hal ini lantaran KSPEAN Wanam adalah wilayah dengan karakteristik hidrotopografi yang berbeda.

Mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri, lantaran membutuhkan sistem pengelolaan air yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.

Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare misalnya, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik dengan ketersediaan 52.410 meter kubik.

Perluasan Agen Perlinsos Didorong Mendagri Tito Karnavian untuk Tepat Sasaran Bansos

Sementara pada lokasi bagian utara seluas 20 hektare, kebutuhan air mencapai 34.560 meter kubik dengan ketersediaan 805 meter kubik sehingga masih terdapat defisit yang perlu dipenuhi melalui sumber air alternatif.

Pada titik inilah, menurutnya Presiden Prabowo Subianto juga berhasil mengambil keputusan yang brilian.

“Jadi begitu di sini kering, di sana masih ada hujan,”

“Hari ini kita bicara cuaca paling bagus di Papua,”

“Untung kita masih punya Wanam,” kata Menteri Dody lagi.

Untuk mendukung sistem tata air di KSPEAN Wanam tersebut, pembangunan jaringan irigasi rawa dan pengendalian banjir terus dilakukan Kementerian PU. Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur SDA mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di Papua Selatan. Selain memastikan air tersedia saat dibutuhkan, sistem tata air juga diperlukan untuk mengendalikan kelebihan air pada kawasan rawa sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Melalui pembangunan jaringan irigasi rawa, pengendalian banjir, serta penyiapan sumber air alternatif, Kementerian PU terus memperkuat dukungan infrastruktur untuk kawasan KSPEAN Wanam. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan lahan pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan