Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Dody Hanggodo Beberkan Rencana Panen Raya Perdana di KSPEAN Wanam, Kementerian PU Pastikan Kebutuhan Air Terpenuhi

Dody Hanggodo Beberkan Rencana Panen Raya Perdana di KSPEAN Wanam, Kementerian PU Pastikan Kebutuhan Air Terpenuhi

PANEN RAYA - Dody Hanggodo menginstruksikan jajarannya di Kementerian PU memastikan ketersediaan air untuk mendukung panen raya pertama di kawasan KSPEAN di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Sejumlah alternatif sumber air disediakan. Berikut selengkapnya, Selasa (29/9/2026). HUMAS KEMENPU/REPRO
PANEN RAYA - Dody Hanggodo menginstruksikan jajarannya di Kementerian PU memastikan ketersediaan air untuk mendukung panen raya pertama di kawasan KSPEAN di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Sejumlah alternatif sumber air disediakan. Berikut selengkapnya, Selasa (29/9/2026). HUMAS KEMENPU/REPRO

PANEN raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan Energi dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan jadi perhatian Dody Hanggodo dan jajarannya di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

Terbaru, Dody Hanggodo menginstruksikan kepada jajarannya untuk bisa memastikan kesiapan berbagai alternatif untuk pemenuhan kebutuhan air.

Yang mana itu menjadi satu di antara hal penting untuk mendukung rencana panen raya perdana di KSPEAN Wanam, Merauke, Papua Selatan tersebut.

“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektar,”

“(Produksi) bisa sekitar 130-140 ton,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam rilis yang diterima MACI News, Selasa (29/9/2026).

Dody Hanggodo Malam-malam Datang ke Solok, Menteri PU Cek Langsung Penanganan Pascabanjir

Kesiapan sumber air menurut Dody Hanggodo menjadi satu di antara variabel penting menjelang panen raya perdana di kawasan tersebut.

Baca Juga: Dody Hanggodo Malam-malam Datang ke Solok, Menteri PU Cek Langsung Penanganan Pascabanjir

Untuk itulah, sejumlah alternatif untuk memastikan ketersediaan air, menurutnya tidak bisa tidak harus tersedia.

Lebih lanjut, Dody Hanggodo mengungkapkan satu di antara alternatif untuk sumber air tersebut adalah memanfaatkan air rawa.

Dengan estimasi ketersediaan volume air sekitar 160.000 meter kubik.

Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut dengan KRL, Polisi Bongkar Proses Pengereman

Alternatif lainnya adalah pemanfaatan air tanah melalui pembangunan sumur setelah dilakukan survei geolistrik untuk mengidentifikasi akuifer dan potensi air tanah.

Untuk mendukung sistem tata air di KSPEAN Wanam tersebut, pembangunan jaringan irigasi rawa dan pengendalian banjir terus dilakukan Kementerian PU.

Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur SDA mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer.

Baca Juga: Dody Hanggodo Fokus Atasi Kekeringan, Rotasi Pejabat Kemen PU usai Sidak di Sejumlah Titik Lumbung Pangan Nasional

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di Papua Selatan.

Manajer Kopdes Curhat Ditempatkan Jauh dari Rumah, Kemenkop Berikan Penjelasan

Selain memastikan air tersedia saat dibutuhkan, sistem tata air juga diperlukan untuk mengendalikan kelebihan air pada kawasan rawa sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Melalui pembangunan jaringan irigasi rawa, pengendalian banjir, serta penyiapan sumber air alternatif, Kementerian PU terus memperkuat dukungan infrastruktur untuk kawasan KSPEAN Wanam.

Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan lahan pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Dan mendukung kesuksesan panen raya perdana di kawasan strategis pangan nasional ini.

Adapun di KSPEAN Wanam, Merauke, Papua Selatan sendiri, tercatat ada sekitar 10.000 hektare lahan yang dikembangkan.

Dengan lokasi panen raya perdana tersebut memiliki luas pengolahan tanah mencapai 220 hektar dengan luas penanaman hingga 127 hektar.

Baca Juga: Dody Hanggodo Instruksikan Jajaran Kementerian PU Tangani Banjir Tapanuli Tengah, 2 Tindakan Cepat Langsung Digelar

Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik dengan ketersediaan 52.410 meter kubik.

Sementara pada lokasi bagian utara seluas 20 hektare, kebutuhan air mencapai 34.560 meter kubik dengan ketersediaan 805 meter kubik sehingga masih terdapat defisit yang perlu dipenuhi melalui sumber air alternatif. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan