PENANGANAN dampak kekeringan dan persediaan air pertanian di sejumlah wilayah Indonesia jadi satu di antara hal yang sedang jadi fokus Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo.
Terbaru, Dody Hanggodo bahkan mengambil langkah tegas dengan merotasi sejumlah pejabat penting di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terkait hal tersebut.
Rotasi jabatan di internal Kemen PU itu diambil Dody Hanggodo, setelah politisi Partai Demokrat itu melakukan inspeksi mendadak atau sidak di sejumlah daerah di Tanah Air.
Di antaranya di Bekasi, dan juga di kawasan pertanian dan ladang yang ada di Karawang Jawa Barat.
Termasuk juga di sejumlah wilayah yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional di Susukan, Cirebon, Jawa Barat.
Dalam sidak tersebut, Dody Hanggodo mencoba mencocokkan data yang ada di internal Kemen PU.
Di mana dalam data klaim dashboard irigasi nasional Kemen PU, sejumlah daerah yang dikunjunginya itu masuk dalam kategori hijau.
Alias aman tanpa indikator merah.
Dan disebutkan dalam data sistem irigasi Ditjen SDA berhasil mengamankan pasokan air untuk sekitar 73 ribu hektar sawah tambahan.
Sehingga aman dari ancaman gagal panen alias Puso.
Namun di sejumlah titik yang dikunjunginya dalam sidak tersebut, ia mendapati sejumlah wilayah sawah petani justru mengalami kekeringan.
Baca Juga: Menteri Dody Tinjau Sekolah Rakyat di Pontianak, Fokus pada Drainase dan Ketersediaan Air Bersih
Dody Hanggodo bahkan mengungkapkan angka fantastis!
400 hingga seribu hektar menurutnya masih dilanda kekeringan dan kesulitan pengairan.
Padahal menurutnya, sumber air tersedia tak seberapa jauh dari sejumlah lahan pertanian yang mengalami kekeringan tersebut.
Seperti di Desa Kedondong, Cirebon di mana di lokasi itu ada sekitar 400 hektar lahan yang mengalami kekeringan.
Padahal sumber air berada tak seberapa jauh dari lokasi persawahan yang masuk dalam daftar lumbung pangan nasional itu.
Rotasi Pejabat Kemen PU
Mendapati fakta lapangan yang dianggapnya tak sesuai dengan laporan di dashboard irigasi internal, Dody Hanggodo pun mengambil langkah tegas!
Satu di antaranya dengan merotasi sejumlah jabatan penting yang terkait di internal Kemen PU.
Baca Juga: Menteri Dody Tinjau Kondisi Danau Kelimutu Pasca-Gempa untuk Tindak Lanjut Koordinasi
Di antaranya adalah Direktur Unit Pengelola Irigasi (BOP), jadi satu di antara yang menurutnya akan dirotasi.
Termasuk juga Kepala Balai, Kasatker hingga PPK terkait.
Langkah itu, menurutnya diperlukan agar upaya penanganan kekeringan dan penyediaan air untuk pengairan pertanian di Tanah Air bisa dicapai. (*)



Komentar