Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen penuh dalam menangani dampak bencana banjir bandang yang melanda Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dalam upaya pemulihan ini, Kementerian PU tidak hanya fokus pada akses jalan nasional, tetapi juga memperbaiki infrastruktur publik yang rusak, memastikan ketersediaan air bersih, serta mempersiapkan langkah-langkah jangka panjang untuk mengatasi kerusakan yang ditimbulkan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu, dengan mengedepankan dukungan yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi di lapangan. “Insya Allah, dengan ikhtiar bersama seluruh unsur di lapangan, penanganan dapat terus dipercepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat. Semoga Allah SWT memberi kelancaran dalam setiap ikhtiar dan melindungi masyarakat serta seluruh tim yang bertugas,” kata Dody.
Berdasarkan pemeriksaan awal, sebanyak sebelas gedung perkantoran mengalami dampak negatif akibat banjir. Dari total tersebut, terdapat tiga bangunan yang mengalami kerusakan berat, yaitu kantor DPRD, Sekretariat DPRD, dan kantor Dinas PUPR. Ketiga bangunan tersebut tidak direkomendasikan untuk direhabilitasi atau direkonstruksi di lokasi semula.
Maria Doeni Isa, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, menjelaskan bahwa relokasi menjadi langkah yang mesti diambil karena struktur bangunan yang rusak tidak memungkinkan untuk diperbaiki. “Kemungkinan yang rusak berat itu harus direlokasi karena strukturnya itu sudah tidak bisa dan tidak layak bangunan tersebut direhab-rekon lagi. Pada prinsipnya tidak boleh membangun di lokasi yang sudah jadi aliran sungai,” ungkapnya.
Pada Jumat, Kementerian PU melaksanakan pembersihan material sisa banjir di Kantor DPRD serta Kantor Badan Pendapatan Daerah. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah alat berat diterjunkan, termasuk satu unit excavator, empat unit dump truck, dan satu unit hydraulic breaker.
Selain menangani bangunan perkantoran, Kementerian PU juga berfokus pada pemulihan fasilitas publik yang terdampak. Penanganan diarahkan pada beberapa titik, termasuk Puskesmas Kayu Jao, Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro, Mushalla Al-Izzah, serta akses menuju kawasan yang terkena bencana. Di Puskesmas Kayu Jao, pekerjaan meliputi pembangunan kembali pagar yang roboh dan mengalami kemiringan, serta rekayasa saluran drainase agar terhubung dengan saluran pembuangan akhir.
Pembersihan di Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro juga dilakukan dengan melibatkan dua alat berat dan sebanyak 30 pekerja. Sementara itu, untuk Mushalla Al-Izzah, pembersihan halaman dan drainase dilakukan dengan cara manual, termasuk peninggian elevasi halaman agar tidak terendam saat hujan.
Dari aspek konektivitas, Kementerian PU berhasil membuka kembali ruas jalan nasional yang tertutup akibat banjir bandang, khususnya jalur Bts Kota Solok hingga Lubuk Selasih yang sepanjang 150 meter. Material lumpur yang menutupi jalan tersebut memiliki ketebalan antara 30 hingga 50 sentimeter. Sejak Selasa, akses jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan dari kedua arah.
Meskipun jalan sudah dapat dilalui, pembersihan material di area sekitarnya masih dilanjutkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, pemerintah juga berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam hal pasokan air bersih. Kementerian PU mempercepat perbaikan jaringan perpipaan PDAM yang mengalami kerusakan akibat bencana ini.
Sambil melakukan perbaikan, distribusi air bersih terus dilakukan dengan total sekitar 50 meter kubik per hari menggunakan tiga unit mobil tangki. Langkah-langkah penanganan ini mencerminkan perhatian Kementerian PU yang tidak hanya berfokus pada pembukaan akses jalan, tetapi juga pada pemulihan fasilitas publik dan layanan dasar bagi masyarakat, serta mempersiapkan langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.



Komentar