Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Partai Demokrat yang dianggapnya mampu mempertahankan sikap yang baik ketika berada di luar pemerintahan. Hal ini diungkapkan Prabowo dalam acara peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh politik nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pengalaman Partai Demokrat baik saat berkuasa maupun ketika tidak berada dalam posisi tersebut. Ia mengamati bahwa Demokrat telah menunjukkan ketenangan dan sikap yang positif ketika tidak menjadi bagian dari pemerintahan.
Lebih lanjut, Prabowo mencatat bahwa Partai Demokrat tidak mengambil pendekatan yang agresif dalam menyampaikan pandangan politiknya saat berada di luar kekuasaan. “Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, pengalaman Partai Demokrat dalam menghadapi berbagai dinamika politik adalah bagian yang penting dari proses demokrasi. Ia juga membagikan pengalamannya sendiri, di mana ia beberapa kali mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden sebelum akhirnya berhasil memenangkan Pilpres 2024.
Prabowo berpendapat bahwa kekalahan dalam kontestasi politik seharusnya tidak menjadi alasan untuk menjauh dari proses demokrasi yang ada. “Saya waktu empat kali tidak menang saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi,” ujarnya, menekankan pentingnya keberlanjutan dalam perjuangan politik.
Lebih jauh, ia menilai bahwa demokrasi di Indonesia memberikan ruang bagi berbagai kekuatan politik untuk berkompetisi, memberikan kritik, serta menyampaikan masukan. Namun, Prabowo menekankan bahwa persaingan harus tetap diwarnai dengan sikap saling menghormati. “Ini demokrasi Indonesia. Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga,” kata Prabowo.
Selain memberikan apresiasi kepada Partai Demokrat, Prabowo juga membahas perjalanan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden RI yang dikenal sebagai Presiden ke-6. Ia menyoroti bahwa SBY, yang juga berasal dari latar belakang militer, mampu mengalihkan pengabdiannya kepada masyarakat melalui jalur politik.
Setelah pensiun dari TNI, SBY mendirikan Partai Demokrat dan berhasil terpilih sebagai presiden selama dua periode dari 2004 hingga 2014. Prabowo menegaskan bahwa perjalanan SBY merupakan contoh nyata bagaimana seseorang bisa melanjutkan pengabdian kepada masyarakat melalui politik dan demokrasi.
Prabowo pun mengikuti jejak yang sama setelah meninggalkan karir militernya. Ia mendirikan Partai Gerindra dan mencalonkan diri dalam beberapa pemilihan presiden, hingga akhirnya mendapatkan dukungan rakyat pada Pilpres 2024. “Kalau nyontek yang baik boleh. Saya juga bikin partai (Gerindra), maju ke rakyat minta mandat,” tutup Prabowo, menunjukkan semangatnya untuk terus berkontribusi dalam ranah politik.



Komentar