Nama Ulta Levenia Nababan belakangan menjadi sorotan setelah pernyataannya terkait erupsi Gunung Anak Krakatau viral di media sosial. Ulta adalah seorang tenaga ahli di Kantor Staf Presiden (KSP) dengan spesialisasi dalam bidang penelitian yang berfokus pada isu-isu keamanan, terorisme, radikalisme, dan geopolitik.
Dalam unggahannya di media sosial, ia mengemukakan pertanyaan yang cukup memicu kontroversi: apakah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas gunung-gunung api lainnya hanyalah sebuah fenomena alam? Ulta juga mengaitkan peristiwa tersebut dengan High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP), yang sering kali menjadi subjek teori konspirasi mengenai pengendalian cuaca dan berbagai fenomena alam. Sayangnya, pernyataan ini tidak didukung oleh bukti ilmiah yang mengindikasikan bahwa HAARP memiliki kemampuan untuk memicu erupsi vulkanik.
Meskipun pernyataannya memicu polemik, perjalanan karier Ulta sejatinya lebih banyak berkaitan dengan kajian keamanan dan konflik.
Ulta Levenia Nababan memulai kariernya sebagai peneliti sebelum terjun ke dunia pemerintahan. Ia memiliki pengalaman lebih dari enam tahun di lembaga penelitian yang berfokus pada terorisme dan keamanan. Selama waktu tersebut, Ulta terlibat dalam berbagai penelitian mengenai perkembangan kelompok teror, radikalisasi, serta dinamika konflik yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
Sejak November 2025, Ulta menjabat sebagai Senior Expert di Kantor Staf Presiden. Dalam posisi ini, ia berfungsi untuk memberikan analisis dan informasi strategis yang diperlukan oleh Presiden. Tanggung jawabnya mencakup berbagai isu penting yang berhubungan dengan kebijakan nasional dan keamanan.
Di samping tugasnya sebagai peneliti, Ulta juga aktif berpartisipasi dalam beragam forum dan publikasi yang berhubungan dengan keamanan internasional. Salah satunya, ia pernah berperan sebagai project officer dalam konferensi internasional yang membahas isu terorisme dan ISIS, yang dihadiri oleh akademisi serta pembuat kebijakan dari berbagai negara.
Dari aspek akademik, Ulta memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dalam bidang ilmu politik dan keamanan. Ia merupakan lulusan dari Ilmu Politik Universitas Indonesia, yang kemudian melanjutkan pendidikan di University of Leeds, Inggris, dengan meraih gelar Master of Arts dalam bidang Security, Terrorism, and Insurgency.
Selain itu, Ulta juga mengikuti program yang terkait dengan kebijakan keamanan dan pertahanan di Institut des hautes études de défense nationale (IHEDN) di Prancis. Latar belakang pendidikan ini menunjukkan konsistensi dan komitmennya dalam bidang yang digelutinya, terutama yang berhubungan dengan isu keamanan, terorisme, konflik, serta dinamika geopolitik yang relevan saat ini.



Komentar