Berita Nasional
Beranda / Berita Nasional / Sekolah De Britto Yogyakarta Izinkan Siswa Gondrong, Jadi Viral!

Sekolah De Britto Yogyakarta Izinkan Siswa Gondrong, Jadi Viral!

Sekolah De Britto Yogyakarta Izinkan Siswa Gondrong, Jadi Viral!

SMA Kolese De Britto Yogyakarta menonjol sebagai lembaga pendidikan yang menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan sekolah menengah lainnya. Sebagai sekolah swasta Katolik yang khusus untuk putra, De Britto berkomitmen untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam berbagai aspek, termasuk dalam hal penampilan seperti membolehkan siswa berambut gondrong.

Didirikan pada 19 Agustus 1948, SMA Kolese De Britto, atau yang dikenal dengan sebutan De Britto College, berada di bawah naungan Serikat Jesus (Yesuit) dan berlokasi di Jalan Laksda Adisucipto Nomor 161, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Kebebasan menjadi ciri khas utama dalam pendidikan yang diterapkan di SMA De Britto. Siswa tidak diwajibkan mengenakan seragam setiap hari, melainkan hanya perlu mengenakan seragam putih abu-abu pada hari Senin. Pada hari-hari lainnya, yaitu Selasa hingga Jumat, mereka diperbolehkan untuk berpakaian bebas dengan ketentuan tertentu.

Selain itu, aturan mengenai penampilan siswa juga terbilang longgar. Mereka diperkenankan menggunakan sepatu sandal dan memelihara rambut panjang atau gondrong. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan yang lebih modern dalam dunia pendidikan, di mana siswa diajarkan untuk mengekspresikan diri.

Wakil Kepala Bidang Humas dan Jejaring SMA Kolese De Britto, Christophorus Danang Wahyu Prasetio, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti membebaskan siswa tanpa adanya aturan. Menurutnya, De Britto menerapkan prinsip “bebas yang bertanggung jawab”. Meskipun siswa diberikan kebebasan, mereka tetap memiliki aturan yang harus dipatuhi dan didorong untuk memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.

Kejati DIY Ungkap Modus Korupsi Tanah Kas Desa, Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka

Contohnya, dalam hal penataan rambut, siswa diperbolehkan untuk membiarkan rambut mereka tumbuh secara alami. Namun, mereka tidak diperkenankan untuk mewarnai rambut. Apabila ada yang melanggar ketentuan ini, tentu saja ada sanksi yang harus diterima.

Konsep pendidikan di De Britto juga menekankan pada pembentukan karakter dengan menggunakan prinsip 1L+5C. Prinsip ini mencakup leadership yang didukung oleh competence, conscience, compassion, commitment, dan consistency. Dengan pendekatan ini, sekolah tidak hanya fokus pada kemampuan akademik semata, melainkan juga berupaya membentuk siswa agar memiliki tanggung jawab, empati, dan komitmen yang tinggi.

Menariknya, meskipun ada kebebasan dalam penampilan, SMA De Britto tetap sangat tegas dalam menghadapi tindakan ketidakjujuran, seperti menyontek. Siswa yang terbukti melakukan tindakan tersebut dapat segera menerima Surat Peringatan (SP) 2. Jika perilaku tersebut tidak menunjukkan perubahan, maka sanksi yang lebih berat hingga pengeluaran dari sekolah bisa menjadi konsekuensinya.

SMA Kolese De Britto juga dikenal dengan ruang kelas yang unik, yang sering dijuluki “kandang kuda”. Beberapa ruang kelas dirancang tanpa pintu dan jendela serta mempertahankan desain bangunan lama, memberikan nuansa yang berbeda dan menarik bagi para siswa.

Secara keseluruhan, SMA Kolese De Britto menawarkan pengalaman pendidikan yang berbeda dan berani, di mana siswa didorong untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berkarakter. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa tidak hanya menjadi akademisi yang baik, tetapi juga individu yang memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.

Tiga Orang Tewas dalam Bentrok di Adonara, Polisi Kesulitan Evakuasi Satu Korban

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan